Rabu, 17 Maret 2010

Pasukan SS Amankan Ring I Obama di Indonesia

Pengamanan terhadap Presiden Barack Obama di Indonesia diselenggarakan oleh tim dari Secret Service (SS). Tugas mereka adalah pengawalan di ring 1 yang melekat secara fisik kepada Presiden AS tersebut.

Demikian jelas Wamenhan Safrie Sjamsuddin soal pengamanan Ring 1 atas Presiden Obama selama 3 hari di Indonesia pekan depan. Dia ditemui wartawan usai peringatan HUT ke-1 Universitas Pertahanan, di Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (17/3/2010),

"Itu sama saja jika Presiden SBY ke Gedung Putih, maka yang melekat ke beliau pasti Paspampres," kata Safrie.

Menurut Komandan Grup A Paspampres di era Soeharto ini, pengamanan pribadi (Pampri) oleh tim dari tamu negara adalah prosedur standart di mana-mana. Keberadaan mereka adalah penguatan terhadap pengamanan di Ring 1 yang sepenuhnya dikendalikan oleh tim tuan rumah.

"Pengamanan yang dilakukan pihak tamu negara, sifatnya penguatan saja. Itu berlaku di mana-mana kalau kepala negara berkunjung ke negara lain," pungkas Safrie.

Indeks Saham Menurun, Serangan Jantung Naik

Ketika indeks harga saham berguguran, jumlah pasien serangan jantung justru meningkat. Begitulah kesimpulan studi yang dilakukan sejumlah peneliti yang menganalisa angka kejadian serangan jantung saat krisis ekonomi Amerika belum lama ini.

"Selama jatuhnya indeks NASDAQ, pasien infark miokardial atau serangan jantung malah meningkat," kata Mona Fiuzat, ketua peneliti dari Duke University Medical Center.

Menggunakan data dari Duke Databank untuk penyakit kardiovaskular, para peneliti menelusuri fenomena kenaikan serangan jantung pada periode Januari 2008 - Juli 2009, masa ketika indeks saham di bursa internasional naik turun bak roller-coaster. "Trennya terlihat jelas," kata Fiuzat.

Faktor risiko penyakit jantung mencakup faktor internal (usia, jenis kelamin, dan keturunan) serta faktor eksternal yang bisa dikendalikan, seperti merokok, berat badan seimbang, olahraga, kadar kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah.

Beberapa penelitian menunjukkan, kadar emosi yang tinggi dan meledak-ledak hormon stres, termasuk kortisol dan adrenalin akan membuat jantung berdetak lebih keras.

"Kadar adrenalin dan kortisol dalam kadar yang tinggi akan memberi efek racun bagi jantung. Selain itu terlalu sering marah akan mempercepat proses ateroklerosis atau penimbunan lemak di pembuluh darah," kata Jerry Kiffer, MA, peneliti bidang jantung dan otak dari Cleveland Clinic's Psychological Testing Center, AS.

Berolahragalah untuk Gula Darah

Selain mengatur pola makan, pengidap diabetes juga harus rajin berolahraga. Sebab, olahraga membantu tubuh untuk maksimal menyerap semua gula yang beredar di dalam tubuh. Tapi, bukankah olahraga juga memicu ekskresi keringat sehingga cepat membuat haus? Terlebih ketika puasa, bolehkah pengidap diabetes berolahraga?

"Jangan selalu mengidentikkan olahraga dengan cucuran keringat berlebihan, khususnya bagi pengidap diabetes,” ucap Dr Michael Triangto,SpOK, spesialis kedokteran olahraga dari Slim+Health Sports Therapy.

Maka, olahraga yang cocok adalah yang bersifat aerobik dan bukan senam aerobik. Sebab, senam aerobik memiliki gerakan yang berulang-ulang dengan waktu yang pendek, maka terasa lebih berat. Alhasil, pengidap diabetes akan mudah terengah-engah dan mempercepat terjadinya penurunan darah.

Lalu, olahraga seperti apa yang bersifat aerobik? Michael menyebutkan, jalan cepat atau bersepeda santai bisa menjadi pilihan. Tapi, sebelum melakukan olahraga tersebut, Michael mengingatkan untuk melihat apakah ada penyakit lain yang menyertai diabetes. Sebab, bisa saja olahraga yang dilakukan baik untuk diabetesnya, tapi tidak untuk komplikasi penyakit lain yang dialami.

Itu mengapa sebelum berolahraga harus didefinisikan tujuannya apa dan karena goal yang ingin dicapai adalah agar tetap sehat sepanjang puasa dan setelah puasa, maka harus dilakukan sesuai nilai kesehatan. Parameter untuk ini, ujar Michael, adalah pengukuran denyut jantung dengan rumus 220 dikurang usia dalam tahun. Hasil dari rumus itu adalah 100% dari denyut jantung dan untuk pengidap diabetes, batasannya adalah 50-70% dari denyut jantung maksimal.

Misalnya, pengidap diabetes yang berusia 30 tahun, maka denyut maksimalnya adalah 190 per menit. Maka, batasan denyut jantung ketika berjalan atau bersepeda santai adalah 80-133 per menit. Artinya, Michael menjelaskan, kurang dari 80 maka latihan yang dilakukan kurang bermanfaat, tapi kalau lebih dari 133 itu berbahaya.

Jika berbicara mengenai manfaatnya, olahraga yang dilakukan dengan teratur dan untuk jangka waktu panjang dapat membantu otot menyerap gula atau glukosa yang beredar di dalam tubuh. Sebab, pengidap diabetes sulit menyerap gula, maka butuh insulin yang lebih tinggi agar glukosa yang ditumpuk mampu diserap.

"Dan dengan melatih otot yang bersifat aerobik, sensitivitas tubuh terhadap glukosa menjadi lebih besar". Alhasil, kadar gula dalam darah dapat lebih stabil dan bagi pengidap diabetes awal, olahraga teratur mampu melepaskan diri dari ketergantungan obat.

Mengapa Wanita Rentan Selingkuh di Usia 30-an

Secara naluri, wanita lebih menyukai hubungan monogami. Namun, jika merasa tersesat dan menemukan jalan buntu dalam suatu hubungan, kaum hawa justru cenderung mudah tergoda berselingkuh.

Dan, menurut data tentang kebiasaan seksual wanita dari 48 negara, keinginan wanita berselingkuh terjadi saat mereka memasuki usia 30-an. Mengapa? Menurut dr. David Schmitt dari Bradley University, Illinois, wanita merasa pada usia 30-an adalah kesempatan awal dan terakhir mereka untuk mendapatkan pria yang baik untuk memenuhi kebutuhan materi.

"Di usia ini juga bertepatan dengan saat wanita merasa gairah seksualnya berada pada masa puncak, namun jam biologis mulai menurun," kata dr. Schmitt.

Dari pengumpulan data dan penelitian, dr. Schmitt menemukan, berbeda para wanita, para pria pun memiliki "sociosexuality" atau masa puncak seksual di akhir 20-an. Jadi, pria rentan berselingkuh pada akhir usia 20-an. Sedangkan wanita di awal usia 30-an.

Dr Schmitt mengatakan pada New Scientist, wanita cenderung berselingkuh di masa pertama kesuburan mereka mulai menurun.

Penelitian ini juga didukung pengalaman Kate Beckinsale, aktris Inggris yang meninggalkan suaminya, Michael Sheen, akibat berselingkuh ketika Kate berumur 30 tahun. Selain itu, Amanda Holden Les Dennis bercerai dengan Neil Morrissey pada Desember 2003 ketika Berusia 32. Hal ini pun terjadi karena Amanda tidak setia dengan suaminya.

Dari hasil penelitian ini, di daerah perkotaan dengan rasio rendah jumlah pria dengan wanita, merupakan peluang tinggi untuk terjadinya perselingkuhan dan meningkatnya perceraian. Anne Campbell, seorang psikolog di University of Durham, mengatakan, "Pada kondisi inilah wanita dapat dengan mudah terkena rayuan pria. Yang akhirnya bisa menimbulkan perselingkuhan."

Pisang Bisa Mencegah HIV?

Penelitian para ahli menunjukkan, pisang memiliki zat yang berpotensi menjadi penghambat infeksi virus HIV. Hasil penemuan ini diharapkan membuka jendela baru pada terapi pencegahan infeksi HIV yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

Para peneliti dari University of Michigan Medical School tertarik pada lektin, zat kimia yang secara alami ada di tanaman, karena kemampuannya menghentikan rantai reaksi berbagai jenis infeksi. Hasil uji laboratorium menunjukkan, BanLec, lektin yang terdapat pada pisang, sama efektifnya dengan obat anti-HIV saat ini.

Cara baru untuk menghentikan penyebaran HIV mutlak diperlukan. Saat ini angka infeksi baru HIV melebihi jumlah individu yang mendapatkan obat antiretroviral, yakni 2,5 banding 1. Padahal, belum ada tanda-tanda vaksin HIV akan hadir dalam waktu dekat.


Saat ini penggunaan kondom masih jadi pencegah penularan HIV yang paling efektif apabila digunakan secara konsisten dan benar. Cara pencegahan lain yang juga efektif adalah mencegah penularan lewat vagina dan dubur menggunakan obat yang mampu mencegah HIV masuk ke sel target.

Riset yang dilakukan peneliti dari Michigan University menunjukkan cara kerja lektin yang bisa mengenali penyerang dari luar tubuh, seperti virus, dan menyerangnya sebagai patogen, bisa dikembangkan untuk mengenali virus HIV.

Selain memiliki potensi yang sama dengan obat anti-HIV yang ada saat ini, lektin pada pisang juga lebih murah untuk diproduksi sebagai obat yang bisa dijangkau masyarakat luas. Lektin dari pisang ini diyakini lebih efektif apabila dipakai dalam komponen obat pencegah virus yang dioles di alat kelamin atau dubur.

"Masalah yang dihadapi oleh obat anti-HIV adalah kemampuan virus untuk bermutasi dan menjadi kebal. Namun, hal tersebut bisa dicegah oleh lektin. Lektin bisa menempel pada gula yang ditemukan pada berbagai titik sampul HIV-1 dan diperkirakan butuh mutasi yang berlipat bagi virus untuk mendapatkannya," ungkap Erwin J Goldstein, PhD, profesor kimia biologi.

Selasa, 16 Maret 2010

Bandara Ngurah Rai Kembali Sibuk

Bandara Ngurah Rai Kembali Sibuk
Liputan 6
Liputan 6 - Rabu, 17 Maret


Denpasar: Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (17/3), kembali beroperasi setelah selama 24 jam terakhir terhenti sementara untuk menghormati Hari Suci Penyepian 1932 Saka. Sejak pagi tadi, seluruh pegawai yang bergiat di lingkungan bandara internasional tersebut mulai bekerja kembali [baca: Sunyi dan Hening Selimuti Bali].

"Tepat pukul 06.00 Wita tadi operasionalisasi aktivitas penerbangan sudah terjadi lagi. Semuanya normal, kecuali ada penundaan sebentar pada keberangkatan pertama dari jadwal karena saat Nyepi, semua orang baru boleh keluar pada pukul 05.00 Wita tadi," kata Dimyati, Asisten Manajer Hubungan Masyarakat dan Hukum PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai.

Di seluruh lingkungan bandara, toko-toko, warung, perkantoran, ataupun kantor perwakilan penerbangan mulai melakukan aktivitasnya seperti biasa. Para calon pemakai jasa penerbangan mulai berdatangan sejak pukul 06.00 Wita, menunggu kesiapan pemberangkatan di ruang tunggu. Sementara, para pilot dan awak kabin juga tengah mempersiapkan pesawat terbang yang akan lepas landas.

Di terminal keberangkatan internasional, beberapa rombongan wisatawan mancanegara juga sudah menapaki koridor ruang tunggu terminal itu sejak pagi. Para petugas keamanan juga telah siap di pintu masuk untuk memeriksa tiket yang dimiliki para wisatawan itu. "Hingga pukul 06.00 WITA tadi, tidak ada laporan permintaan pendaratan darurat kepada kami. Jika memang ada, kami siap dalam waktu singkat memenuhi permintaan itu karena semua personel di tiap bagian berada di tempat selama Nyepi kemarin," kata Dimyati [baca: Pengamanan Bandara Ngurah Rai Tetap Maksimal].(ANS/Ant)

44 Tahun Hilang, Ditemukan di Kalimantan

44 Tahun Hilang, Ditemukan di Kalimantan
VIVAnews
By Pipiet Tri Noorastuti - Rabu, 17 Maret


[Kenneth Hudson (atas), Robert Moncrieff (bawah)] Kenneth Hudson (atas), Robert Moncrieff (bawah)

Jasad dua tentara Australia, yang dinyatakan hilang selama 44 tahun terakhir, baru saja ditemukan di kawasan Kalimantan Barat. Mereka raib saat bertugas di pedalaman Indonesia pada 1966 silam.

Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, mengatakan, penemuan itu tak luput dari campur tangan militer Indonesia. "Sekarang sudah positif teridentifikasi," ujarnya seperti dikutip dari laman The Australian, Selasa, 16 Maret 2010.

Dua tentara yang tergabung dalam pasukan elit Special Air Service Regiment (SASR) itu adalah Letnan Ken Hudson dan Private Bob Moncrieff. Keduanya terpisah dari pasukan saat menyeberang Sungai Sekayam, Kalimantan, pada 21 Maret 1966.

Seketika, tim pencarian sudah melakukan tugasnya, namun tak berhasil. Baru pada 2008, militer Australia kembali menjalankan misi pencarian dengan menggandeng Kopasus.

Titik terang muncul setelah mengumpulkan informasi dari tetua suku Dayak yang berdiam di kawasan itu. Jasad dua tentara itu ternyata telah dikebumikan di sebuah kawasan terpencil yang hanya dapat dijangkau dengan kano.

Pengiriman pasukan elit SASR kala itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia yang berlangsung selama tahun 1962-1966. Sebanyak 23 anggota militer tewas dalam tugas itu.

GRATIS!! MINING BITCOIN