Kamis, 18 Februari 2010

Candlestick

https://fxind.cabinet.fxopen.com/

Seringkali kita dihadapkan cara pembacaan Candlestick yang cukup membingungkan dan ribet, apa yang sedang terjadi di market dan sebagainya. Candlestick mengambarkan peperangan antara buyer dan seller, siapa yang menang dan kalah dalam suatu periode sudah tercermin dalam bentuk candlestick itu sendiri.

Cara Pembacaan sederhana bisa dimulai dari tiga jenis candle ini

1. Short Candle

Short Candle

Long Wicks

Long Wicks

Long Candle

Long Candle

Dari sekian banyak formasi candlestick yang ada dibuku-buku. Hanya beberapa yang saya anggap powerfull dan memiliki reward ratio yang tinggi. Diantaranya adalah sebagai-berikut.

Spinning Top
Secara sederhana pattern ini menandakan bahwa market sedang bingung mencari arah selanjutnya apakah akan reversal atau continuation

Spinning Top

Spinning Top

The Shooting Stars
Menunjukkan adanya tekanan kuat dari buyer untuk menaikkan harga, tetapi pada akhirnya seller berhasil memenangkan pertempuran dah harga kembali turun. Mengindikasikan reversal trend dari bullish menjadi bearish

Hammer
Menunjukkan adanya tekanan kuat dari seller untuk menurunkan harga, tetapi pada akhirnya buyer mampu mengontrol posisi dan menjadi pemenang pada akhir sesi biasanya mengindikasikan adanya reversal trend dari bearish menjadi bullish

Inverted Hammer
Bentukknya kebalikan dari hammer tapi memberikan signal reverdal yang sama dari bearish menjadi bullish

Hanging Man
Reversal Pattern dari bullish menjadi bearish

Doji
Sering disebut pattern banci karena bisa mengindikasikan reversal bullish dan bearish

Morning Star
Reversal pattern dari bearish menjadi bullish

Evening Star
Reversal Pattern dari Bullish ke bearish

Bullish Engulfing

Bearish Engulfing

Gempa Haiti dan Tsunami Aceh Bencana Buatan?

Gempa Haiti dan Tsunami Aceh Bencana Buatan?
Amerika diduga sedang menguji coba senjata pemicu gempa, yang disiapkan untuk Iran.

Tim penyelamat mencari korban runtuhan bangunan usai gempa di Haiti (AP Photo/Gerald Herbert)

Saat ini di sejumlah mailing list beredar informasi dugaan bahwa gempa dahsyat yang mengguncang Haiti bahkan tsunami Aceh 2004 bukan murni bencana alam. Benarkah?

Penelusuran VIVAnews, Seperti dimuat laman Press TV, 23 Januari 2010, informasi dari pangkalan Angkatan Laut Rusia mengatakan gempa Haiti tidak murni bencana alam, melainkan hasil dari uji coba senjata 'pemicu gempa' yang disiapkan Amerika untuk Iran.

Tujuannya, diduga untuk menggulingkan pemerintahan di negara Islam tersebut.

Armada Rusia mengklaim mengetahui hal itu, berdasarkan pantauan terhadap gerakan marinir Amerika Serikat di Karibia sejak 2008, ketika AS mengumumkan ingin membangun kembali armada keempatnya.

Reaksi militer AS yang cepat datang ke Haiti juga dijadikan penguat tudingan Rusia.

"AS sedang menguji salah satu senjata pemicu gempa yang akan digunakan untuk menghajar Iran, justru berakibat fatal dan mengakibatkan bencana dahsyat di Karibia," seperti dimuat laman ViVe TV Venezuela, mengutip laporan Rusia.

Bahkan, juga diberitakan awal Januari, uji coba yang sama mengakibatkan gempa sebesar 6,5 skala Richter di area dekat kota Eureka, Kalifornia. Tak ada yang tewas, namun sejumlah bangunan dilaporkan rusak.

Setelah berita itu dirilis, Presiden Venezuela, yang juga di barisan penentang AS, Hugo Chavez buru-buru berkomentar. Dia mengklaim hal yang sama, bahwa AS bertanggungjawab atas bencana gempa yang mengguncang Karibia.

Chavez menuding AS menggunakan gempa Haiti sebagai dalih untuk menduduki negara itu. Caranya, dengan mengirimkan tentara dengan dalih membantu korban gempa.

Beberapa sumber juga berspekulasi gempa 7,8 SR yang mengguncang Provinsi Sichuan, China pada 12 Mei 2008 juga diakibatkan hal yang sama.

Teori konspirasi yang beredar mengatakan gempa-gempa tersebut adalah bagian dari uji coba HAARP (High Frequency Active Auroral Reasearch Program).

Selain dituding bisa menyebabkan gempa, HAARP juga dihubung-hubungkan dengan anomali cuaca yang dapat mengakibatkan banjir, kekeringan, dan badai.

Apa sebenarnya HAARP itu?

Stasiun riset HAARP di Gakona, Alaska

Seperti dimuat laman haarp.alaska.edu, HAARP adalah usaha ilmiah yang ditujukan untuk mempelajari sifat dan perilaku ionosfer (lapisan teratas atmosfer).

Terutama, untuk meningkatkan sistem komunikasi dan sistem pengawasan, baik untuk kepentingan sipil maupun pertahanan.

Sebaliknya, ilmuwan, Rosalie Bertell, dalam laman Baltimore Chronicle, mengatakan HAARP seperti "raksasa pemanas' yang dapat menyebabkan gangguan besar dalam ionosfer, menciptakan tidak hanya lubang, tapi sayatan panjang di lapisan pelindung yang mencegah radiasi mematikan.

Masih dari teori konspirasi yang beredar, tak hanya AS, Rusia dan juga Uni Eropa juga punya proyek serupa, yang punya kemampuan sama, bisa mengakibatkan efek merusak.

Bagaimana dengan tsunami 2004?

Tsunami di Aceh

Lagi, lagi teori konspirasi mengatakan bahwa bencana tsunami yang meluluhlantakkan Aceh dan beberapa negara di Samudera Hindia - yang menyebabkan lebih dari 230 ribu orang tewas - juga bukan murini bencana alam.

Diduga tsunami berkekuatan 23.000 bom atom itu sengaja diciptakan AS. Para penganut teori konspirasi mengatakan AS melakukan itu untuk mengalihkan perhatian orang dari topik Perang Irak.

Tak ada bukti otentik yang menguatkan dalil ini, namun ternyata banyak juga orang yang mempercayainya.
https://fxind.cabinet.fxopen.com/

Bum! Dua Asteroid Bertubrukan di Angkasa

Bum! Dua Asteroid Bertubrukan di Angkasa
Tubrukan asteroid menciptakan puing-puing dan debu yang membentuk pola seperti huruf 'X'.

Foto asteroid P/2010 A2 yang diambil dari Teleskop Hubble (NASA, ESA, and D. Jewitt (University of California, Los Angeles). Photo No. STScI-2010-07)

Selama ini, serpihan-serpihan bebatuan angkasa memang bukan hal yang luar biasa, namun bukti-bukti yang baru-baru ini ditemukan, belum pernah terlihat sebelumnya.

Temuan ini diobservasi oleh teleskop Hubble pada 25 hingga 29 Januari 2010.

Berdasarkan foto dipublikasikan pada 2 Februari 2010, benda diduga komet, yang disebut P/2010 A2, memiliki pola seperti huruf 'X' dan memiliki struktur terbuat dari inti dan serabut.

Foto Hubble menunjukan inti utama P/ 2010 A2 terletak di luar lingkaran debunya.

"Ini sangat berbeda dengan debu komet biasa," kata ilmuwan dari Universitas California, Los Angeles, David Jewitt, seperti dimuat laman Space.com.

Fenomena ini diduga berasal dari tabrakan dua asteroid yang melaju dengan kecepatan lebih dari 11.000 mil per jam, atau lima kali lipat dari kecepatan peluru yang ditembakan.

Inti asteroid yang bertubrukan diperkirakan berdiameter sekitar 460 kaki atau 140 meter.

Para ilmuwan mengira nukleus ini sebagai sisa-sisa asteroid yang selamat dari tumbukan, sementara yang terlihat seperi ekor adalah puing-puing yang dihasilkan dari tabrakan itu.

"Jika penafsiran ini benar, ini adalah akibat dari tumbukan dua asteroid yang menciptakan puing-puing. Sisa-sisa tumbukan lalu disapu ke belakang oleh tekanan radiasi matahari, dan lalu menjadi ekor," kata Jewitt.

P/2010 A2 ditemukan mengorbit di bagian dalam sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Ketika diamati Hubble, objek itu berjarak kira-kira 180 juta mil atau 290 juta kilometer dari Matahari dan 90 juta mil atau 145 juta kilometer dari Bumi.

https://fxind.cabinet.fxopen.com/

Menentukan titik Suppost & Resistance



1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

(www.pring.com)

Support (Batas bawah pergerakan harga) dan resistance (Batas atas pergerakan harga), merupakan critical point. Dimana kita bisa menentukan apakah harga akan melanjutkan trendnya atau justru berbalik arah/reversal.
Support dan resistance merupakan area kesepakatan antara pembeli dan penjual, dimana jika area tersebut disentuh pembeli dan penjual secara tidak langsung membuat kesepakatan apakah trend yang terjadi akan diteruskan atau sudah cukup, dan akan ada pembalikan arah.

Jika support ditembus artinya bahwa Seller lebih dominan, artinya banyak orang yang mengambil posisi sell pada harga support tersebut. Sebagian besar pelaku market sepakat bahwa harga sepantasnya adalah di bawah level support tersebut.

Jika harga menyentuh support kemudian memantul ke atas dan naik, artinya sebagian besar pelaku market tidak ingin harga jatuh dibawah support tersebut. Karena banyaknya buyer yang memiliki harga beli di harga support tersebut.

Jika resistance ditembus artinya bahwa buyer lebih dominan, artinya banyak orang yang mengambil posisi buy pada harga resistance tersebut. Sebagian besar pelaku market sepakat dan berani membeli di harga yang lebih mahal.

Jika harga menyentuh resistance kemudian memantul ke bawah dan turun artinya sebagian besar pelaku market tidak ingin harga naik lebih lanjut. Karena banyaknya buyer yang take profit di harga resistance tersebut.

Selayaknya dua sejoli yang berjanji untuk bertemu lagi disuatu tempat, maka seperti itu pula level support resistance, suatu saat ketika harga menyentuh level tersebut, antara pembeli dan penjual membuat kesepakatan baru

Berikut contohnya:

Grafik EUR/USD 1 Hour , Period 15-17 Feb 2009

Saya berikan Tanda garis horisontal warna merah pada Angka high/low yang ekstrim

1.2825

1.2725

1.2674

1.2601

Pada tanggal 17 Ditemukan level low  yang ekstrim lagi 1.2557  Harga bergerak sideways cukup lama di area 1.2601 Menunjukkan kuatnya area ini. Pembeli tidak ingin harga melewati level ini

Pada tanggal 17 Ditemukan level low yang ekstrim lagi 1.2557 Harga bergerak sideways cukup lama di area 1.2601 Menunjukkan kuatnya area ini. Pembeli tidak ingin harga melewati level ini

Berikut gambaran pergerakan pada hari berikutnya

18 Februari 2009  Harga sebelum bergerak turun mengalami short term reversal di harga low tanggal 17 1.2557 dan sempat tertahan di resistance 1.2601 sebelum akhirnya turun dan membuat new low level di 1.2513 (level ini kita tandai lagi sebagai harga low yang ekstrim

18 Februari 2009 - Harga sebelum bergerak turun mengalami short term reversal di harga low tanggal 17 1.2557 dan sempat tertahan di resistance 1.2601 sebelum akhirnya turun dan membuat new low level di 1.2513 (level ini kita tandai lagi sebagai harga low yang ekstrim

19 Februari 2009  Harga bergerak naik dan tertahan sesaat di level 1.2674  Level Resistance di 1.2725 menjadi area reversal point  Harga kembali tertahan di level 1.2674  Akhirnya harga bergerak turun dan tertahan di kisaran harga 1.2601 1.2557

19 Februari 2009 - Harga bergerak naik dan tertahan sesaat di level 1.2674 Level Resistance di 1.2725 menjadi area reversal point Harga kembali tertahan di level 1.2674 Akhirnya harga bergerak turun dan tertahan di kisaran harga 1.2601 1.2557

20- 21 Februari 2009  Harga tertahan cukup lama di area 1.2825  Harga membuat new high level di 1.2989 (Kita jadikan critical point)

20- 21 Februari 2009 - Harga tertahan cukup lama di area 1.2825 Harga membuat new high level di 1.2989 (Kita jadikan critical point)

23- 24 Februari 2009  Harga Turun dari high di 1.2989 dan kembali tertahan di level 1.2825  Harga kembali tertahan di level 1.2725  Harga reversal di level 1.2674  Harga kembali tertahan kembali di level 1.2825

23- 24 Februari 2009 - Harga Turun dari high di 1.2989 dan kembali tertahan di level 1.2825 Harga kembali tertahan di level 1.2725 Harga reversal di level 1.2674 Harga kembali tertahan kembali di level 1.2825

NB: Untuk menentukan apakah trend akan mengalami reversal atau berlanjut ketika menyentuh area support resistance bisa digabungkan dengan volume analysis ataupun penggunaan oscilator.

https://fxind.cabinet.fxopen.com/

GRATIS!! MINING BITCOIN