Sabtu, 20 Februari 2010

Trends are confirmed by volume

Dow believed that volume confirmed price trends. When prices move on low volume, there could be many different explanations why. An overly aggressive seller could be present for example. But when price movements are accompanied by high volume, Dow believed this represented the “true” market view. If many participants are active in a particular security, and the price moves significantly in one direction, Dow maintained that this was the direction in which the market anticipated continued movement. To him, it was a signal that a trend is developing.

From this tenet it follows that volume should increase when the price moves in the direction of the trend and decrease when the price moves in the opposite direction of the trend. For example, in an uptrend, volume should increase when the price rises and fall when the price falls. The reason for this is that the uptrend shows strength when volume increases because traders are more willing to buy an asset in the belief that the upward momentum will continue. Low volume during the corrective periods signals that most traders are not willing to close their positions because they believe the momentum of the primary trend will continue.

Conversely, if volume runs counter to the trend, it is a sign of weakness in the existing trend. For example, if the market is in an uptrend but volume is weak on the up move, it is a signal that buying is starting to dissipate. If buyers start to leave the market or turn into sellers, there is little chance that the market will continue its upward trend. The same is true for increased volume on down days, which is an indication that more and more participants are becoming sellers in the market.

According to Dow theory, once a trend has been confirmed by volume, the majority of money in the market should be moving with the trend and not against it.

Note:
Menurut Dow, pergerakan harga banyak dipengaruhi naik turunya Volume. Volume merupakan salah satu penyebab harga bergerak dalam trend
jika seandainya harga bergerak dalam bullish trend maka harus diikuti oleh peningkatan volume juga. Alasannya adalah, suatu kondisi bullish akan disebut strong bullish jika diikuti oleh peningkatan volume, peningkatan volume ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan di market bahwa akan terjadi penguatan lebih lanjut.

Tapi jika seandainya dalam kondisi bullish malah terjadi penurunan volume yang cukup signifikan secara tidak langsung sudah menujukkan akan adanya reversal trend. (Orang-orang sudah siap take profit)

Bahasa sederhananya adalah jika seandainya ada kondisi harga breakout maka sebaiknya diikuti juga oleh kondisi volume yang break high juga


Traditional Chart Pattern 1 (Simple Trading Approach)

Ada Beberapa Chart Pattern yang sering muncul dalam grafik

Yang paling Sederhana adalah:

  • Double Tops
  • Double Bottoms
  • Triple Tops
  • Triple Bottoms
Disebut Double Tops karena memiliki 2 puncak yang tingginya hampir sama. Konfirmasi Sell pada breaking Point (Neckline)

Disebut Double Tops karena memiliki 2 puncak yang tingginya hampir sama. Konfirmasi Sell pada breaking Point (Neckline)

Level Take Profit dan Stop Loss digambarkan dalam bentuk dibawah ini

Titik A (High Peak/puncak) adalah Stop Loss Titik B (Neckline ) adalah level confirmation (sell/Short position) Titik C adalah level Take Profit dalam teori AB = BC tapi biasanya saya cmn mengambil 60% dari AB saja

Titik A (High Peak/puncak) adalah Stop Loss. Titik B (Neckline ) adalah level confirmation (sell/Short position). Titik C adalah level Take Profit dalam teori AB = BC tapi biasanya saya cmn mengambil 60% dari AB saja

Tindakan Antisipatif jika terjadi False signal dari double tops ini (Sudah sell tapi menyentuh Stop Loss) adalah Cut and Double Switch

Contoh:

Sell di titik B 1 lot kena stop loss di titik A –> Switch to buy 2 lot

Disebut Double Bottoms karena memiliki 2 lembah (through) yang rendahnya hampir sama. Konfirmasi buy pada breaking Point (Neckline)

Disebut Double Bottoms karena memiliki 2 lembah (through) yang rendahnya hampir sama. Konfirmasi buy pada breaking Point (Neckline)

Level Take Profit dan Stop Loss digambarkan dalam bentuk dibawah ini

Titik A adalah Level stop loss berada pada titik terendah dari double bottoms Titik B adalah level confirmation (Buy/long position) Titik C adalah level Take Profit dimana AB = BC atau BC = 60% AB

Titik A adalah Level stop loss berada pada titik terendah dari double bottoms. Titik B adalah level confirmation (Buy/long position). Titik C adalah level Take Profit dimana AB = BC atau BC = 60% AB

Pola lain yang mirip dengan kedua pola diatas

Aturan yang dipakai sama untuk aturan double bottoms dan double top

Untuk durasi waktu yang terjadi biasanya seperti dalam gambar dibawah ini:

Penentuan Durasi ini berdasarkan kevalidan pattern yang terbentuk. Pattern yang terbentuk dalam kurun waktu seperti diatas biasanya memiliki probabilitas kevalidan yang tinggi

Penentuan Durasi ini berdasarkan kevalidan pattern yang terbentuk. Pattern yang terbentuk dalam kurun waktu seperti diatas biasanya memiliki probabilitas kevalidan yang tinggi

https://fxind.cabinet.fxopen.com/

There are three movements on the market

Penjelasan dari teory ini cukup sederhana yaitu bahwa market mempunyai tiga tipe trend yaitu:

1. Major Trend merupakan trend jangka panjang dari suatu market biasanya ditentukan dalam kurun waktu minimal 1 tahun.

Pergerakan harga 4 tahun terakhir

2. Medium trend merupakan analisa trend untuk jangka menengah biasanya antara 2 minggu sampai 3 bulan

Pergerakan harga 12 bulan terakhir

3. minor trend merupakan analisa short trend biasanya untuk kurun waktu daily.

Pergerakan harga 3 bulan terakhir

Kesimpulan globalnya adalah Major trend terbentuk karena adanya gerakan2 dalam medium trend dan minor trend.
Dalam konsep wave analysis biasanya disebutkan bahwa wave yang besar terbentuk karena adanya wave2 yang kecil.

https://fxind.cabinet.fxopen.com/

The stock market discounts all news

Stock prices quickly incorporate new information as soon as it becomes available. Once news is released, stock prices will change to reflect this new information. On this point, Dow Theory agrees with one of the premises of the efficient market hypothesis.

The idea that the market discounts everything is not new to technical traders, as this is a major premise of many of the tools used in this field of study. Accordingly, in technical analysis one need only look at price movements, and not at other factors such as the balance sheet

Like mainstream technical analysis, Dow theory is mainly focused on price. However, the two differ in that Dow theory is concerned with the movements of the broad markets, rather than specific securities.

For example, a follower of Dow theory will look at the price movement of the major market indexes. Once they have an idea of the prevailing trend in the market, they will make an investment decision. If the prevailing trend is upward, it follows that an investor would buy individual stocks trading at a fair valuation. This is where a broad understanding of the fundamental factors that affect a company can be helpful.

It’s important to note that while Dow theory itself is focused on price movements and index trends, implementation can also incorporate elements of fundamental analysis, including value- and fundamental-oriented strategies.

Note:
Menurut Dow harga yang terjadi saat ini sebenernya sudah merefleksikan kejadian di market saat ini juga. Yang paling penting menurut dow adalah bukan apa yang bisa menyebabkan harga bergerak saat ini tapi reaksi apa yang mungkin terjadi terhadap pergerakan harga saat ini

Semua informasi tentang pergerakan harga sudah tercermin dalam harga/chart itu sendiri.

https://fxind.cabinet.fxopen.com/

The primary trend has three phases

Dow Theory asserts that major market trends are composed of three phases: an accumulation phase, a public participation phase, and a distribution phase. The accumulation phase (phase 1) is a period when investors “in the know” are actively buying (selling) stock against the general opinion of the market. During this phase, the stock price does not change much because these investors are in the minority absorbing (releasing) stock that the market at large is supplying (demanding). Eventually, the market catches on to these astute investors and a rapid price change occurs (phase 2). This occurs when trend followers and other technically oriented investors participate. This phase continues until rampant speculation occurs. At this point, the astute investors begin to distribute their holdings to the market (phase 3).

Ada 3 fase pergerakan dalam harga yaitu:

1. Akumulasi harga

2. Partisipasi (bullish/bearish)

3. Distribusi harga (bisa berupa contuniation trend atau reversal trend)
Penerusan bullish trend biasa disebut Excess Phase, penerusan bearish trend biasa disebut panic phases

https://fxind.cabinet.fxopen.com/

The Art of Volume Analysis

Introduction

Volume merupakan kajian terpenting setelah harga. Volume dalam teknikal analisis mencerminkan “kebenaran” suatu trend. Apakah trend yang sedang terjadi sehat atau tidak, volume merupakan salah satu indikator penentunya.

Jika market bergerak, baik itu bullish maupun bearish, maka kekuatan pergerakan trend tersebut sangat bergantung pada volume yang ada pada suatu periode tertentu. Dengan memonitor dan memperhatikan pergerakan volume kita dapat menangkap peluang ketika ketika harga sedang bergerak dengan cepat.

Pergerakan yang sangat penting tersebut biasanya terjadi dalam bentuk “spike” atau terjadi dalam waktu yang singkat, dan biasanya diikutin peningkatan volume dibanding ketika market sedang bergerak dalam kondisi normal.

volume dapat membantu kita untuk mepersiapkan diri sebelum terjadi breakout harga dengan melakukan identifikasi range katika harga sedang bergerak dalam kondisi flat atau sideways.

menunjukkan adanya "high" volume ketika harga bergerak dalam trend dan kondisi volume ketika harga bergerak "sideways"

Dalam gambar diatas ketika harga dalam range volume cenderung kecil, dan ketika harga breakout dari range maka terjadi “high” volume.

Importance

Volume adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan ketika banyak terjadi transaksi dalam satu periode perdagangan, karena hal tersebut dapat menunjukkan seberapa banyak pembeli dan penjual yang sedang bertransaksi dalam satu harga tertentu. Dalam konsep trend semakin banyak partisipan dalam market dalam suatu rentang trend tertentu maka trend tersebut dapat dikatakan trend yang sehat, kesepakatan antara pembeli dan penjual ketika terjadi trend atau pergerakan harga mutlak diperlukan.

Tanpa adanya partisipan yang cukup ketiha harga sedang bergerak maka bisa diartikan bahwa banyak orang yang berminat terhadap harga yang sedang bergerak. Semakin banyak peminat/partisipan maka hal itu menjukkan bahwa kenaikan atau penurunan harga yang terjadi didukung oleh sebagian besar partisipan. Jika volume yang terjadi adalah kecil maka hal tersebut menjukkan bahwa peminat/partisipan pada harga itu sangat sedikit, atau dapat dikatakan harga tersebut tidak disetujui oleh sebagian besar pelaku market.

Fact About Volume

- Volume harus diigunakan sebagai bukti nyata dari sebuah trend bukan sebagai bukti utama.

- Volume dapat digunakanuntuk mengkonfirmasi perubahan harga. Ketika sebuah trend terjadi dan tidak ada volume dalam pergerakan tersebut maka itu dapat diartikan trend yang terjadi sangat lemah atau tidak ada komitmen dalam trend tersebut (Jumlah partisipan sedikit).

- Jika terdapat volume yang kuat ketika sebuah trend terjadi, hal tersebut berarti bahwa perubahan harga yang terjadi disepakati oleh sebagian besar pelaku market. Pergerakan harga yang diikuti dengan pergerakan volume dapat mengindikasikan pergerakan harga sesudahnya.

Who is in control?

Bullish market adalah kondisi dimana banyak orang yang membeli daripada menjual dalam hal ini pembeli lebih dominan. Jika sebagian besar pembeli merubah posisi menjadi penjual otomatis harga akan jatuh, ketika harga jatuh sebagian besar orang yang memiliki posisi Long/beli di dalam market akan merubah posisinya menjadi penjual untuk menghindari kerugian yang lebih dalam lagi, Hal ini sering disebut dengan snowball efect yang dapat menyebabkan volume spike (high volume) dan lebih lanjut menjadi indikasi reversal (pembalikan arah).

Accumulation - atau akumulasi adalah istilah untuk market yang sedang didominasi oleh pembeli. Jika pada kondisi downtrend / trend turun harga tiba-tiba berhenti bergerak dan bergerak ranging dalam satu area tertentu, diikuti peningkatan volume secara moderate (increasing), maka itu berarti bahwa banyak orang yang membeli pada harga rendah (low price) , dan pada saat itu terjadi proses akumulasi.

Setelah semua orang yang berposisi sebagai penjual dan yang menjual barangnya sudah habis, maka jumlah pembeli akan lebih banyak daripada penjual maka ini meerupakan indikasi awal bahwa downtrend tersebut akan segera berakhir dan kemungkinan harga akan bergerak naik.

Ada 2 jenis karakteristik yang bisa diamati selama proses akumulasi:

  1. Volume meningkat dibandingkan dengan harga penutupan kemarin dan harga penutupan lebih tinggi dari harga penutupan kemarin. (Terjadi pola higher high, dan higher low)
  2. Setelah terjadi downtrend / trend turun, harga bergerak dalam range yang terbatas diikuti oleh volume yang meningkat moderate (increasing moderate).

Distribution - atau distribusi adalah istilah yangdigunakan untuk market yang sedang didominasi oleh penjual. Jika pada kondisi uptrend / trend naik harga tiba-tiba berhenti bergerak dan bergerak ranging dalam satu area tertentu, diikuti peningkatan volume secara moderate (increasing), maka itu berarti bahwa banyak orang yang membeli pada harga tinggi (high price) , dan pada saat itu terjadi proses distribusi.

Ada 2 jenis karakteristik yang bisa diamati selama proses distribusi:

1. Volume meningkat dan closing price lebih rendah dari closing price bar sebelumnya (Terjadi pola lower low dan higher low)

2. Setelah trend nnaik harga bergerak dalam range yang terbatas diikuti oleh oleh volume yang meningkat moderate (increasing moderate).

High Volume & Reversal

Seperti disebutkan sebelumnya volume dapat memberikan indikasi awal tentang trend reversal (Pembalikan arah trend). Dalam jangka panjang kita bisa mengidetifikasikan trend dan ride trend. Reversal atau perubahan arah harga biasanya diawali oleh perubahan terhadap fundamental suatu harga. Mengidentifikasi perubahan ini adalah tantangan terbesar dalam trading. Jika kita sebagai investor atau trader dapat menangkap angin perubahan ini, maka kita berpeluang untuk bisa meraih profit.

Mengidentifikasikan reversal trend salah satunya bisa dengan menggunakan volume yang spike, pada literatur lain sering disebut dengan blow off volume. spike volume atau blow off volume biasanya terjadi pada single trading period. Reversal biasanya terjadi ketika terjadi peningkatan volume selama bebera hari diatas volume rata-rata harian.

menunjukkan trend reversal diikuti oleh high volume

menunjukkan trend reversal diikuti oleh "high volume"

Perdana Wahyu Santosa at 11:50pm March 16
Top reversal dan bottom reversal mempunyai pola pembentukan vol yg berbeda. Disamping itu frekuensi transaksi untuk vol yg sama dapat juga mempengaruhi pola reversal. Gunakan variabel dummy utk mengatasinya. Disarankan gunakan proksi Vol/Frek juga agar terhindar dari price manipulatioan dari simpatisan strategic traders. Cek juga normalitas order flow untuk indentifikasi tingkat keterlibatan strategic traders…trading activity oneng hanya menciptakan “bouncing” disekitar bid-ask spread saja yang menginduksi non synchronous trading dan menciptakan volatilitas semu…nice note

https://fxind.cabinet.fxopen.com/


The Art of Volume Analysis (Trends on Decreasing Volume)

Trends on Decreasing Volume

  • Ketika harga bergerak naik dan volume mengalami penurunan, hal tersebut berarti bahwa trend akan sulit berlanjut, kenaikan harga yang terjadi akan cenderung terbatas. Hal ini merupakan signal-signal awal bahwa kenaikan harga akan berakhir.
  • Ketika pada trend harga turun dan volume cenderung menurun, kemungkinan penurunan harga akan terbatas dan trend akan cenderung reversal menjadi naik.
Trends on Decreasing Volume

Trends on Decreasing Volume

  • A. Pada Fase ini merupakan contoh unhealthy trend, karena penurunan harga yang terjadi tidak didukung oleh increasing volume. Pada awal trend terlihat volume cukup tinggi hal ini menandakan banyak seller yang berpatisipasi di harga tersebut, tapi pada penurunan lebih lanjut volume cenderung menurun (decline), hal ini berarti bahwa pada penurunan selanjutnya tidak didukung oleh sebagaian besar pelaku market. Pada kondisi seperti ini biasanya downtrend yang terjadi tidak berlangsung lama.
  • B. Pade fase ini terlihat pertempuran antara bear dan bulli, dan berakhir tanpa memberi kejelasan arah.
  • C. Pada Fase ini mulai terlihat increasing volume yang diikuti oleh naiknya harga. Harga siap-siap bergerak dalam uptrend.
  • D. Pada Fase ini harga bergerak naik tapi volume cenderung menurun (decline) kemungkinan harga akan mengalami konsolidasi.
  • E. Pada fase ini harga kembali bergerak naik diikuti oleh increasing volume. tapi kemudian harga kembali bergerak turun dan mencoba menembus support level.

https://fxind.cabinet.fxopen.com/

GRATIS!! MINING BITCOIN