Minggu, 24 Oktober 2010

Musik Tradisional Madura Akan Sambut Kedatangan Obama

 
Musik Tradisional Madura Akan Sambut Kedatangan Obama
 
Pamekasan  - Kelompok musik tradisional "Semut Ireng" asal Kelurahan Parteker, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akan pentas di Istana Negara bulan November 2010 guna menyambut kedatanga Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
"Ini sesuai dengan undangan yang kami terima dan pada tanggal 8 November mendatang kami diminta telah tiba di Istana Negara," kata pembina musik tradisional Daul Semut Ireng, Hannan, di Pamekasan, Senin.
Sesuai dengan undangan yang diterima, kata Hannan, rencana pementasan kelompok musiknya itu, memang untuk menyambut kedatang Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Menurut dia, pementasan kelompok musik Semut Ireng di Istana Negara pada November nanti itu merupakan ajang pementasan keempat dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini.
"Penampilan pertama pada 2008 menyambut kedatang Presiden Ekuador. Selanjutnya pada tahun 2009 sebanyak dua kali pementasan," katanya menambahkan.
Hannan menjelaskan, pementasan pertama untuk menyambut kunjungan kerja Perdana Menteri Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah. Sedangkan pementasan kedua di tahun yang sama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI.
Kasi Pembinaan Seni Sejarah dan Nilai-Nilai Tradisi, Dinas Pemuda Olah Raga dan Kebudayaan (Disporabud) Pamekasan Halifaturrahman membenarkan adanya undangan pementasan terhadap kelompok musik daul Semut Ireng ke Istana Negara pada November itu.
"Kami memang telah mengetahui hal itu dan pementasan kelompok musik Semut Ireng di Istana Negara memang bukan yang pertama kalinya," kata Halifaturrahman.
Kelompok musik daul Semut Ireng sering diundang pentas di Istana Negara, setelah sebelumnya kelompok musik asal Kelurahan Parteker ini berhasil meraih juara dalam lomba musik tradisional tingkat nasional.

Membanting Kemurungan di Bantimurung

Sedang murung atau sedih? Jangan risau.

“Banting saja kemurunganmu di Bantimurung,” seloroh kawan saya saat kami bercakap mengenai obyek wisata andalan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Jaraknya lebih kurang 45 km dari Kota Makassar.

Dan memang benar, selama saya melewatkan masa SMA di Maros dulu (1986-1989), Bantimurung menjadi pilihan berwisata bagi kami sekeluarga dan teman-teman sekolah. Selain memang tempatnya dekat, air terjun serta obyek wisata lain yang ada di sekitarnya menawarkan keindahan. Kemurungan itu rasanya bagai terbanting. Dari pusat kota Maros, Bantimurung sudah dapat dijangkau dengan waktu lebih kurang 20 menit dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Secara geografis objek wisata Bantimurung memiliki luas wilayah mencapai 6.619,11 km2 Memasuki kawasan ini, kita akan disambut oleh sebuah gapura besar dengan kupu-kupu raksasa, diikuti patung kera berukuran jumbo. Ini menandakan Bantimurung merupakan habitat asli kupu-kupu dan kera.



Air terjun jatuh perlahan melalui batu cadas dari ketinggian 15 meter dan lebar 20 meter menyajikan nuansa alam yang khas. Selain pemandangan alam yang indah, air terjun ini juga dimanfaatkan oleh pengunjung untuk kegiatan mandi atau sekadar untuk merasakan percikan sejuk air pegunungan.

Di sekitar air terjun, terdapat cekungan-cekungan sungai yang biasa dimanfaatkan pengunjung untuk berenang. Di sebelah kiri air terjun terdapat jalan wisata dan tempat duduk permanen yang membatasi jalan dengan sungai, terusan dari air terjun. Biasanya pengunjung yang datang sekadar mengabadikan gambar panorama air terjun. Di sebelah kanan air terjun, terdapat areal yang cukup landai untuk berkumpul bersama keluarga dengan menggelar tikar sambil menikmati pemandangan. Pengunjung juga bisa duduk di bawah pepohonan rindang atau mandi di air terjun.



Taman Wisata Alam Bantimurung secara umum bergelombang sampai berbukit-bukit. Batuan kapur membentuk bebukitan terjal di kanan kiri sungai. Daerah datar terletak di bagian selatan, tempat terdapatnya air terjun dan kolam. Daerah datar lainnya yang mempunyai panorama cukup menarik terletak di bagian utara taman wisata alam, dapat ditempuh melalui jalan setapak dari air terjun. Vegetasi yang terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung adalah tipe hutan hujan pegunungan yang didominasi oleh famili Liniaceae, antara lain; jambu hujan (Eugenia sp), jabon (Anthocepalus cadamba), pala-pala (Mangifera sp), enau (Arenga pinnata), centana (Pterocarpus indicus) dan lain-lain.



Selain menikmati pesona air terjun Bantimurung, terdapat objek wisata lain di sekitar kawasan ini yakni goa mimpi dan goa batu. Goa Mimpi merupakan salah satu tempat yang digemari. Di dalam goa terdapat stalaktit (relief batu yang terbentuk dari tetesan air dan menggantung di atas langit-langit goa) indah dengan kumpulan kristal. Bening dan mampu memantulkan cahaya. Di sekelilingnya diterangi lampu sehingga memperindah suasana dalam goa. Inilah yang membuatnya disebut goa mimpi karena ketika berada di dalamnya, kita seakan-akan berada dalam mimpi.

Untuk menuju Goa Batu dibutuhkan stamina yang prima meskipun pengelola sudah membuatkan anak tangga setinggi 10 meter. Perjalanannya cukup jauh dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 20 menit. Namun setelah tiba, segala kelelahan segera terbayar dengan pemandangan indah serta air terjun kecil yang begitu asri. Belum lagi keindahan di dalam goa dengan stalaktit dan stalagmite sepanjang lorong 30 meter.



Pada 1856 – 1857, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya di Indonesia untuk meneliti berbagai jenis kupu-kupu, termasuk kupu-kupu Bantimurung. Menurut Wallace, Bantimurung merupakan The Kingdom of Butterfly karena ditemukan beragam spesies kupu-kupu langka yang jarang terdapat di daerah lain. Berbagai jenis kupu-kupu yang terdapat di kawasan tersebut antara lain dari family Saturnidae, Nocturnidae, Spingidae dan Nyphalidae. Jenis kupu-kupu tersebut menurut para ahli hanya terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung. Menurut Matimu (1977) dan Achmad (1998) dalam Buku Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (2006), terdapat 103 jenis kupu-kupu yang ditemukan di sana, dan sebaran kupu-kupu jenis komersil seperti Troides haliptron dan Papilio blumei adalah dua jenis endemik yang mempunyai sebaran sangat sempit, yaitu hanya pada habitat berhutan di pinggiran sungai.

Untuk menjaga kupu-kupu dari kepunahan, pemerintah setempat membuat penangkaran di lokasi ini, dan tentunya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Selain penangkaran, ada juga museum kupu-kupu sebagai informasi dan pusat data kupu-kupu yang hidup di alam Bantimurung. Sebelum pulang jangan lupa untuk membeli oleh-oleh kupu-kupu indah Bantimurung yang sudah diawetkan dalam bingkai kaca dengan jumlah variatif. Oleh-oleh ini bisa dipajang di dinding rumah sebagai kenangan dan tanda bahwa Anda sudah mengunjungi “Kerajaan Kupu-Kupu” di Bantimurung.



Untuk menikmati kesejukan dan keindahan Bantimurung, pengunjung cukup membayar retribusi karcis sebesar Rp 5000 untuk dewasa dan Rp 3500 bagi anak-anak. Bagi Anda yang ingin berlama-lama di sini, tersedia fasilitas penginapan dengan kisaran harga antara Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu plus fasilitas televisi di dalamnya.

Selamat membanting kemurungan di Bantimurung!

Pesona Warna Kawah Kelimutu

Inilah sebuah gunung yang menyimpan misteri sekaligus pesonanya. Gunung Kelimutu terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan puncak berketinggian 1.690 m dari atas permukaan laut, gunung itu memiliki keunikan karena ada tiga buah danau kawah berbeda warna.


Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Tak kurang sudah 12 kali perubahan warna terjadi dalam waktu 25 tahun terakhir ini. Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian Barat. Perubahan warna ini diduga akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar danau.

Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.


  
Danau atau Tiwu Kelimutu dibagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa orang-orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda, tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu. Bagi penggemar hiking dan menyukai keindahan alam di desa pegunungan tropis, berwisata ke tempat ini merupakan pilihan terbaik. Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.

Untuk mencapai Gunung Kelimutu yang pernah meletus di tahun 1886 ini, butuh “perjuangan” tersendiri. Dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur, butuh waktu sekitar 3 jam dengan mobil sewaan dengan kondisi jalan yang tidak terlalu bagus, berkelak-kelok, melintasi jurang dan tebing. Kita akan menemui kampung terdekat dengan kawah gunung Kelimutu yang bernama Kampung Moni.

Kampung ini terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende yang berjarak 13 kilometer dari Danau Kelimutu. Dari Moni hanya dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai bibir Danau Kelimutu.

Selain dari Maumere, Kelimutu juga dapat dicapai dari Ende menggunakan bus antarkota ataupun kendaraan sewaan, dengan harga dan waktu perjalanan yang relatif tidak jauh berbeda. Dari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, pengunjung dapat menggunakan pesawat menuju kota Ende, di Pulau Flores, dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. Kelimutu terletak sekitar 66 kilometer dari Kota Ende dan 83 kilometer dari Kota Maumere.



Di Kampung Moni banyak dijajakan kain tenun Lio yang menjadi salah satu produk khas lokal disana dan dijual oleh penduduk setempat kepada para wisatawan. Di Kampung Moni pula terdapat penginapan yang bisa dipakai oleh wisatawan untuk menginap atau beristirahat.

Terdapat sekitar 20 homestay yang dikelola penduduk dengan tarif Rp 25.000- Rp 50.000 per malam sedangkan cottage milik pemerintah bertarif Rp 75.000-Rp 85.000. per malam. Edelweis, Pinus dan Cemara adalah sejumlah tumbuhan yang dapat kita temui saat memasuki kawasan Kelimutu.

Nah, selamat menikmati kawasan kawah danau 3 warna gunung Kelimutu yang eksotis itu!

Ritual Wisata Bali




Bersantai

Perjalanan ke Bali belum lengkap tanpa merasakan ketenangan di lereng bukit Ubud. Setelah mendapat penghargaan sebagai World Best City oleh Conde Nast Traveler Magazine, Ubud kini kembali populer dan sibuk dengan kedatangan turis. Meski begitu, masih ada beberapa tempat Anda bisa bersantai dan beristirahat dengan tenang. Dirty Duck Cafe alias Warung Bebek Bengil, adalah restoran yang menyajikan kelezatan bebek goreng kering dan renyah dengan sambal menggiurkan. Berbagai macam area trekking dan bersepeda juga tersedia untuk Anda yang ingin menyusuri labirin sawah bertingkat di Ubud.

Bergaya

Soal berbelanja di Bali, hanya ada satu tempat bagi para pecinta fesyen lokal yang tahu untuk tidak menilai buku dari sampulnya -- Seminyak. Daerah perbelanjaan di pantai selatan Bali itu memiliki harta karun fesyen yang menunggu untuk Anda temukan. BIASA adalah ratunya, butik yang menyediakan gaya klasik untuk orang dewasa dan beberapa gaya centil untuk anak muda. Favorit penduduk lokal lainnya seperti Paul Ropp, Papillion, Innuendo dan Flamingo.


Kesenian dan Kerajinan Tangan

Perkembangan kesenian dan kerajinan di Bali sangat pesat dan banyak dicari oleh pasar internasional. Beberapa seniman telah menjadikan Bali sebagai rumah mereka, menyerap inspirasi dari keragaman budaya dan pesona kehidupan pulau itu. Ukiran kayu Bali sangat populer di kalangan turis, dan Anda dapat menemukannya di Tegallalang, Pujung dan Sebatu. Untuk mendapatkan keramik yang elegan, Jenggala Ceramics di Jimbaran adalah tempat yang harus ditengok. Galeri mereka yang sangat luas, berjarak hanya 10 menit dari bandara, menawarkan berbagai macam desain alat makan dan perlengkapan dapur buatan lokal dengan harga terjangkau.



Menguasai Ombak

Meski bukan lagi tujuan utama untuk berselancar, tetapi Bali masih memiliki lokasi-lokasi selancar unggulan di dunia. Ada lebih dari 20 ombak berkualitas di kawasan barat daya dan tenggara pulau, dan ombaknya cukup beragam untuk berbagai tingkat keahlian berselancar. Para pemula bisa ke Pantai Kuta untuk mendaftarkan diri di berbagai macam sekolah selancar, sementara itu area lainnya seperti Uluwatu dan Padang, lebih cocok untuk para peselancar mahir.



Parade Lumba-lumba

Wisatawan dapat mengunjungi Lovina, hanya tiga jam menuju utara dari Kuta. Tempat itu terkenal dengan wisata melihat lumba-lumba. Tur-tur ini biasanya berangkat dari pantai utama setiap pagi saat fajar, harga yang dipasang per orang Rp 75 ribu. Jika bepergian dengan teman-teman atau keluarga, mencharter satu perahu sendiri lebih disarankan.



Martini

Untuk martini terbaik di Bali, mampirlah di Warung Naughty Nuri's di Jl. Raya Sanggingan, hanya 10 menit bila Anda berkendara ke barat dari pusat Ubud. Martini klasik dingin dan margarita mereka adalah yang terbaik yang akan Anda temukan di Bali. Mereka juga menawarkan iga babi yang lezat. Suasananya santai, tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan sore setelah seharian lelah berperjalanan.


Berpesta

Jika pesta adalah prioritas Anda, Pantai Kuta adalah tempat yang harus dikunjungi. Di sini, pesta dimulai larut malam dan berlangsung hingga dini hari. Bayangkan saja keriuhan diskotik penuh dengan penduduk lokal dan turis mabuk, dengan berbagai macam tarian untuk menarik pengunjung. Hulu Cafe adalah tempat yang mengklaim sebagai "the only real gay bar in Bali", tiga kali dalam seminggu mereka mengadakan drag show yang bisa sangat menyenangkan. Casablance, Peanuts, Bounty Ship, M-Bar-Go dan Sky Garden adalah beberapa tempat yang bisa menyediakan minuman apapun yang Anda inginkan.



Manjakan Diri

Sebagai tujuan utama perjalanan mewah di Asia Tenggara, Bali menawarkan beberapa spa terbaik dunia untuk memanjakan diri. Salah satunya adalah Kayumanis Private Villa & Spa yang menawarkan perawatan spa coklat, menggabungkan pijat tradisional Bali dengan minyak coklat, scrub coklat, mandi coklat, facial coklat dan satu porsi ice cream coklat untuk menutup perawatan. Banyak hotel dan villa lainnya menawarkan pijat Bali berkualitas tinggi menggunakan minyak khusus, bagi Anda yang ingin bersantai.



Makan Seperti Raja

Bali adalah tempat beberapa restoran terbaik di Asia Tenggara, menawarkan kuliner berkualitas tinggi dipadu pelayanan ramah dari penduduk lokal serta keindahan pulau. Selama bertahun-tahun, restoran seperti Ku De Ta, Sarong Bali, dan Kafe Warisan (saat ini telah dirubah menjadi Metis) menjadi andalan. Harga yang ditawarkan memang tinggi, tetapi Anda tentu kenal dengan ungkapan "ada harga, ada barang."



Olahraga Air

Tanjong Benoa adalah tempat utama di Bali untuk melakukan olahraga air. Berbagai jenis kegiatan tersedia untuk pilihan. Parasailing, snorkeling, jet-ski, wake-boarding dan banana-boat adalah beberapa opsi yang bisa Anda dapatkan. Ada juga operator rafting di utara kawasan Ubud. Sungai Telagawaja dan Ayung adalah dua lokasi paling populer.



Scuba Diving

Ada beberapa tempat untuk melakukan scuba diving di sekitar Bali. Beberapa yang populer seperti -- Tulamben di timur untuk aktivitas wreck diving, dan di sekitar Pulau Menjangan untuk yang lebih menenangkan, sementara Nusa Penida di selatan cocok untuk drift diving. Bagi para pemula ada beberapa pusat penyelaman seperti PADI dan SSI yang bisa memberi panduan awal menyelam.



Gunung Agung

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali. Gunung ini punya makna spiritual sangat besar bagi penduduknya dan menjadi rumah bagi Pura Besakih. Ada tiga rute mendaki, dan ketiganya cukup sulit, hanya cocok dilakukan oleh Anda yang kuat secara fisik. Ketika sudah berhasil mencapai puncak, Anda bisa melihat pemandangan yang menakjubkan. Anda harus menyewa seorang pemandu lokal, dengan kisaran harga Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta tergantung pengaturan dan rute yang diambil.

Lokasi Menyelam Menakjubkan Indonesia


Lebih dari 5 juta meter persegi perairan mengelilingi negara kepulauan Indonesia. Tidak diragukan lagi, Indonesia menjadi tempat bernaung bagi ratusan bahkan ribuan spesies makhluk bawah air dan gugusan karang yang indah dan berwarna-warni. Pastinya negara ini menawarkan banyak lokasi penyelaman yang merupakan impian kebanyakan penyelam.

Akibat keadaan politik yang sering bergejolak dan peringatan untuk wisatawan yang biasanya terlalu berlebihan, Anda akan jarang menemukan negara ini dalam daftar perjalanan kebanyakan turis. Untungnya bagi wisatawan yang berani dan berjiwa petualang, ini berarti lebih sedikit turis dan lebih banyak ketenangan, sehingga Anda lebih dapat menikmati keindahan sesuka Anda. Berikut adalah daftar dari delapan tempat menyelam yang menakjubkan di Indonesia.



Pulau Bintan, Riau

Mungkin ini adalah pulau yang paling mudah dicapai dari luar Indonesia, tempat penyelaman ini hanya satu jam dari kebisingan Singapura. Pulau ini memiliki hamparan pantai berpasir putih sepanjang 18 km dengan kehidupan lautnya yang kaya, serta beragam lokasi menyelam untuk Anda nikmati.

Tidak jauh dari garis pantai sebelah utara, terdapat ngarai kecil sedalam 8 meter dengan dasar yang rata, sangat cocok untuk Anda yang baru pertama kali belajar scuba diving. Tempat unik lainnya adalah lokasi kapal karam, Anda dapat mengeksplorasi sisa-sisa kapal tanker tua yang karam bertahun-tahun lalu di kedalaman laut.



Kepulauan Seribu, Jakarta

Area unik ini terdiri dari ratusan pulau kecil (makanya dilebih-lebihkan jadi 'Kepulauan Seribu'), adalah tempat wajib bagi penyelam asal Jakarta. Dari bermacam pulau tersebut, beberapa yang terkenal yaitu Pulau Kotok Besar, Pulau Kotok Kecil, Karang
Bongkok, Pulau Sepa dan Pulau Pantara.
Pulau Seribu sangat mudah dicapai, Anda hanya perlu menyewa speedboat dari Marina atau kapal nelayan dari satu dari sekian pelabuhan. Hanya sekitar satu atau dua jam dari Jakarta, Anda akan bisa menyelam sepuasnya. Beberapa pulau yang lebih besar
menyediakan akomodasi lebih baik sekelas resort dan villa, tetapi Anda butuh menyewa kapal untuk mencapai pulau-pulau kecil – tempat karang-karang indah berada!




Karimun Jawa, Jawa Tengah

Bagian lain dari Laut Jawa yang juga merupakan surga bagi para penyelam adalah sebuah pulau di seberang laut dari Semarang, Jawa Tengah. Tempat ini, disebut Karimun Jawa, merupakan rangkaian 27 pulau kecil dikelilingi oleh laut yang kaya akan gugus karang biru Acropora. Para penyelam dapat menjelajahi sisa-sisa dari Indonour, sebuah kapal pedagang kuno yang karam pada 1955. Suguhan tambahan di sini adalah beragam penyu laut yang ditetaskan di taman perlindungan alam.


Pulau Derawan, Kalimantan Timur

Sekitar 50 mil dari Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sebuah area yang meliputi pulau-pulau kecil. Tempat ini dipenuhi dengan gugusan koral spektakuler dan gua bawah laut untuk penjelajah berjiwa petualang. Derawan memiliki lebih dari 17 lokasi penyelaman, tiap lokasi memiliki atraksi unik tersendiri untuk Anda nikmati. Beberapa tempat yang terkenal adalah Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban dan Pulau Maratua.

Di Pulau Sangalaki Anda dapat menemukan pari elang, pari, hiu macan dan sotong. Setiap malam Anda bisa melihat penyu hijau raksasa menetaskan telur di pulau ini. Atraksi utama Pulau Kakaban adalah danau air asin yang dihuni oleh ubur-ubur yang tak menyengat dan ikan gobi. Sementara di Pulau Maratua, Anda akan menemukan banyak ikan berukuran besar seperti barakuda, tuna dan mackerel. Turis bahkan sempat melihat hiu kepala martil dan sampai delapan spesies paus di sini.




Pulau Komodo, Flores

Pulau ini biasanya dikenal karena menjadi tempat bermain bagi komodo, spesies kadal raksasa. Untuk scuba diving, Pulau Komodo juga memiliki sejumlah lokasi penyelaman terbaik di negeri ini. Dari Sebayour Kecil, Pulau Tengah Kecil dan Pantai Merah menawarkan beragam atraksi bawah laut seperti beragam mackerel, kod dan ikan kerapu.

Di Pantai Merah, tidak jauh dari pantai, Anda akan menemukan 5 meter turunan penuh ikan berwarna-warni. Terdapat lebih banyak lokasi penyelaman di pantai bagian barat dari Flores seperti, Pulau Tatawa, Pulau Tatawa Kecil, Pulau Rinca dan Pulau Nusa Node.



Nusa Penida, Bali

Pulau Nusa Penida, berlokasi di timur Bali, merupakan lokasi terkenal untuk penyelam lokal maupun internasional. Sekitar satu jam dari Bali, pulau ini memiliki beberapa gugusan karang yang sangat sehat, yang jelas terlihat pada kedalaman 15 sampai 30 meter.

Bagi pemula, trdapat bermacam lokasi penyelaman di pantai sebelah timur pulau ini yang cocok untuk dijelajahi. Pada pantai sebelah selatan terdapat Blue Corner, Nusa Lembongan dan Gamat, lebih tepat untuk penyelam berpengalaman yang mencari tantangan. Ikan matahari sering terlihat di Teluk Crystal sementara manta birostris merupakan pemandangan biasa di Manta Point.



Bunaken, Sulawesi Utara

Tempat ini merupakan lokasi penyelaman terkenal yang memiliki reputasi internasional lebih baik dari lainnya, terdiri atas pulau-pulau kecil seperti Pulau Sialdoen, Gangga, Mantehage, Nine dan sebuah gunung tua di tengah laut, Manado Tua. Snorkeling dan
menyelam sangat terkenal di sini dengan lebih dari enam belas titik penyelaman tersebar di seluruh area pulau-pulau. Bunaken memiliki lekukan sedalam 30 meter, tempat tinggal beragam spesies ikan dan kehidupan laut lainnya. Penampakan hiu adalah hal yang biasa, jadi berhati-hatilah!



Selat Lembeh, Sulawesi Utara

Masih di Sulawesi Utara ada ikon lain dunia penyelaman, Selat Lembeh. Lokasi ini terkenal secara internasional dengan keragaman biota lautnya yang hanya ada di tempat itu. Di sini anda akan dapat menemukan gurita mimic, kuda laut pygmy, sotong, dan frogfish berambut. Tempat ini merupakan surga untuk fotografi bawah laut dan sering disebut “Kiblat dari Fotografi Makro”. Bagaimanapun juga tetap waspada, keindahan Selat Lembeh diperuntukkan bagi penyelam yang berpengalaman.

Danau cantik dari Bencana

Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara tidak mampir sejenak ke Danau Toba, danau vulkanik yang merupakan danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Pesona eksotisnya berupa hamparan danau luas laksana lautan dengan pepohonan rindang dan perbukitan yang menawan. Danau ini berukuran 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter dan terletak 906 meter di atas permukaan laut, di tengah danau terdapat Pulau Samosir yang tak kalah menariknya menjadi objek kunjungan wisata.



Dalam kunjungannya pada 1996, Pangeran Bernard dari Belanda bahkan menyatakan kekagumannya pada panorama indah danau ini. “Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba,” katanya antusias.

Ada tujuh kabupaten di sekeliling danau, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir yang memiliki panorama alam indah dan menjadi lokasi tujuan wisata. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73 ribu-75 ribu tahun lalu dan merupakan letusan super volcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama dua minggu.






Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama satu minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan, pada beberapa spesies, juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Ketika menikmati keindahan danau ini, Anda mungkin tak membayangkan bahwa pesona yang terjadi berasal dari bencana dahsyat letusan gunung berapi yang mendatangkan ketakutan dan kengerian ketika itu.
Perjalanan darat ke Danau Toba, tepatnya ke Parapat, memakan waktu empat sampai lima jam dari Medan. Tersedia bus atau travel yang langsung menuju Parapat. Rutenya melewati Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, dan belok ke arah Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.

Apabila menggunakan kereta api, dari Medan pilih rute menuju Pematang Siantar. Dari sini perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Parapat. Waktu tempuhnya satu jam.




Untuk tempat menginap dan tinggal lebih lama menikmati keindahan Danau Toba, tersedia banyak hotel dan penginapan. Di Parapat, sedikitnya ada 900 kamar hotel berbagai jenis, mulai dari bintang empat hingga homestay, di Tuktuk juga tak berbeda. Baik di Parapat maupun Tuktuk, wisatawan dapat langsung menikmati danau dari pinggirannya. Tarif hotel di Tuktuk dan Parapat bervariasi, sesuai tipikal turis yang datang. Mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 500 ribu per malam tergantung tipe hotel.

Sebuah perusahaan travel bahkan menawarkan menikmati keindahan Danau Toba dari udara, yakni menggunakan paralayang. Setiap wisatawan diberi kesempatan terbang menggunakan paralayang dari kawasan pegunungan Tongging, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Bagi para wisatawan yang ingin mencoba paralayang akan ditemani seorang instruktur berpengalaman, namun tentunya penentuan bisa terbang atau tidak tergantung pada kondisi cuaca dan angin.

Tidak hanya itu, menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam bisa Anda nikmati dari pesisir danau. Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut untuk menikmati senja di Danau Toba.

Sepotong Surga di Bulukumba

Kenangan itu rasanya masih lengket di benak saya. Ketika itu, pada 1993, saya bersama kawan-kawan satu angkatan di Jurusan Teknik Mesin Unhas Makassar berwisata ke pantai eksotis yang terletak di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.



Rombongan kami berangkat dengan menyewa bis dari Makassar. Pantai Bira terletak sekitar 40 km dari Kota Bulukumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Kota Bulukumba dapat ditempuh menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther atau Innova dengan tarif sebesar Rp 35 ribu. Selanjutnya, dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh menggunakan mobil pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp8000- Rp 10 ribu. Total waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3,5-4 jam. Tarif masuk ke lokasi Pantai Bira sebesar Rp 5000/orang. Jadwal penerbangan ke Makassar dari kota-kota besar di Indonesia cukup sering, sehingga bukanlah hal sulit bila Anda berminat berkunjung ke surga tropis di Bulukumba ini.

Begitu tiba di sana, saya langsung merasakan kehangatan pantai. Aroma laut yang dihembuskan angin sepoi-sepoi serta pasir pantai yang putih, bersih dan lembut laksana tepung langsung membuat saya jatuh cinta di pandangan pertama pada pantai destinasi wisata turis mancanegara maupun lokal untuk berlibur ini.





Saat petang menjelang, bersama kawan-kawan, saya bermain bola di atas hamparan pasir putih ditemani cahaya mentari yang perlahan meredup menuju tempat peraduannya. Keindahan senja begitu terasa memukau dari pesisir tempat kami berdiri. Saya berdecak kagum menyaksikan keindahan alam yang menakjubkan itu. Di kejauhan, matahari tenggelam perlahan menyemburatkan cahaya jingga yang membias lepas di hamparan laut. Nampak dua perahu nelayan berlayar di kejauhan kian menambah kontras keindahan.

Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira dilengkapi berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, villa, bungalow, dan hotel dengan tarif mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu per hari. Di tempat ini juga terdapat persewaan perlengkapan diving dan snorkeling dengan tarif Rp 30 ribu. Bagi pengunjung yang selesai berenang di pantai, disediakan kamar mandi umum dan air tawar untuk membersihkan pasir dan air laut yang masih lengket di badan.

Bagi pengunjung yang ingin berkeliling di sekitar pantai, tersedia persewaan motor dengan tarif Rp 65 ribu. Di kawasan pantai juga terdapat pelabuhan kapal ferry yang siap mengantarkan pengunjung yang ingin berwisata selam ke Pulau Selayar.

Malam harinya, saya tak melewatkan waktu menikmati malam di Pantai Biru dengan menyusurinya tanpa alas kaki. Sensasinya terasa berbeda ketika kaki dilangkahkan di atas pasir yang lembut seraya menikmati debur ombak menerpa bibir pantai. Setelah itu kami mampir di sebuah rumah makan, dan di sana kami dengan lahap menyantap hidangan makan malam menggiurkan; ikan bakar dan sajian makanan laut khas Bulukumba.

Pagi harinya, saat matahari ramah menyapa dan cahayanya memantul cemerlang di laut yang biru jernih, saya langsung tergoda untuk berenang dan melewatkan waktu lebih panjang menikmati pesona surga di Bulukumba ini. Beberapa kawan saya memilih untuk menyelam dan menyaksikan keindahan terumbu karang di sekujur garis pantai Bira ini. Sungguh sangat menyenangkan!

Nah, Anda juga tertarik ingin menikmati pesona pantai eksotis ini?

GRATIS!! MINING BITCOIN