Sabtu, 20 Februari 2010

Sembilan Langkah Trader Sukses

Untuk semua angka, grafik dan rasio, perdagangan lebih ke arah seni daripada ilmu. Sebagai usaha dalam seni, ada bakat yang terlibat, namun bakat hanya akan membawa Anda sejauh ini. Trader yang terbaik mengasah kemampuan mereka melalui latihan dan disiplin. Mereka melakukan analisa sendiri untuk melihat apa tujuan perdagangan mereka dan mempelajari bagaimana untuk tetap takut dan tidak serakah. Pada artikel ini kita akan melihat sembilan langkah yang dapat digunakan untuk menyempurnakan keahlian, Anda mungkin hanya menemukan beberapa tips yang akan membantu Anda menjadi lebih pintar dan lebih untung.

Langkah 1. Menetapkan tujuan dan kemudian memilih gaya trading yang sesuai. Pastikan kepribadian Anda cocok untuk gaya trading yang Anda pilih.

Sebelum memulai perjalanan, sangat penting bahwa Anda memiliki beberapa ide untuk tujuan Anda dan bagaimana Anda akan sampai disana. Akibatnya, sangat penting untuk Anda memiliki tujuan yang jelas dan bagaimana cara mencapainya, Anda harus yakin bahwa metode trading tersebut mampu mencapai tujuan. Setiap jenis gaya trading memerlukan penyesuaian yang berbeda dan masing-masing gaya memiliki profil resiko yang berbeda untuk perdagangan yang berhasil. Misalnya, jika Anda tidak dapat tidur nyenyak dengan open posisi pada pasar maka Anda sebaiknya mempertimbangkan waktu perdagangan. Di sisi lain, jika Anda memiliki dana yang menurut Anda akan mendapat keuntungan dari pengetahuan perdagangan selama beberapa bulan, maka pertimbangkan posisi perdagangan yang Anda inginkan. Tidak peduli apa gaya trading yang Anda pilih, pastikan bahwa kepribadian Anda sesuai dengan gaya Anda melakukan perdagangan. Kepribadian yang tidak sesuai akan mengakibatkan stres dan kerugian.

Langkah 2. Memilih broker yang memiliki platform trading yang tepat untuk Anda.

Penting untuk memilih broker yang menawarkan platform trading yang memungkinkan Anda untuk melakukan analisa. Memilih reputasi broker adalah sesuatu hal yang terpenting dan membuang waktu untuk meneliti perbedaan diantara broker akan sangat membantu. Anda harus mengetahui kebijakan masing-masing broker dan bagaimana ia berjalan terhadap pasar. Misalnya, dalam perdagangan over the counter market atau spot market berbeda dengan perdagangan exchange. Dalam memilih broker, sangat penting untuk membaca dokumentasi broker. Ketahuilah kebijakan broker. Juga pastikan platform trading cocok sesuai untuk analisa yang ingin Anda lakukan. Misalnya, jika Anda ingin melakukan trading dari angka fibonacci, pastikan platform broker dapat menggambar garis fibonacci. Broker yang bagus dengan platform miskin atau platform yang bagus dengan broker miskin, bisa menjadi masalah. Pastikan Anda mendapatkan yang terbaik dari keduanya.

Langkah 3. Memilih metode dan konsisten pada penggunaannya.

Sebelum Anda memasuki pasar sebagai trader, Anda harus memiliki beberapa ide mengenai bagaimana Anda akan membuat keputusan untuk melaksanakan perdagangan. Anda harus mengetahui informasi apa yang akan Anda perlukan untuk membuat keputusan yang tepat ketika akan masuk atau keluar pasar. Sebagian orang memilih untuk melihat Fundamental perusahaan atau ekonomi, dan kemudian menggunakan grafik untuk menentukan waktu terbaik melakukan perdagangan. Cara lain adalah dengan menggunakan Teknik Analisis, mereka hanya akan menggunakan grafik untuk memasuki perdagangan. Perlu diingat bahwa Fundamental akan menunjukkan trend untuk jangka panjang, sedangkan acuan grafik lebih menawarkan kesempatan dalam jangka pendek. Metodologi manapun yang Anda pilih, harus ingat untuk konsisten. Dan pastikan metodologi Anda adaptif. Sistem Anda harus dapat bersaing dengan perubahan dinamika pasar.

Langkah 4. Memilih analisa jangka panjang dan waktu tercepat untuk keluar atau masuk posisi.

Banyak trader menjadi bingung karena konflik informasi ketika melihat grafik yang berbeda dalam waktu yang telah ditetapkan. Apa yang ditampilkan sebagai kesempatan beli pada grafik weekly, kenyataannya muncul sebagai sinyal jual pada grafik intraday. Karena itu, jika Anda mengambil arah perdagangan pada grafik weekly dan menggunakan grafik daily, jangan lupa untuk menyinkronkan keduanya. Dengan kata lain, jika grafik weekly memberikan sinyal beli, tunggu grafik daily juga memberikan konfirmasi sinyal beli.

Langkah 5. Menghitung Ekspektasi.

Ekspektasi adalah formula yang digunakan untuk menentukan seberapa handal sistem anda. Anda harus kembali mengukur semua perdagangan yang menang, versus semua perdagangan yang rugi. Kemudian tentukan berapa keuntungan dari perdagangan yang menang, versus berapa banyak kerugian pada perdagangan yang kalah.

Perhatikan 10 perdagangan terakhir. Jika Anda belum melakukan perdagangan yang sebenarnya, kembali pada grafik dimana sistem Anda akan mengindikasikan bahwa Anda harus masuk dan keluar pada perdagangan. Tentukan apakah Anda akan membuat keuntungan atau kerugian. Total semua perdagangan yang menang dibagi dengan jumlah perdagangan yang Anda buat.

E= [1+ (W/L)] x P – 1

W = Rata-rata keuntungan
L = Rata-rata kerugian
P = Persentase rasio keuntungan

Contoh:
Jika Anda melakukan 10 perdagangan, 6 perdagangan menang dan 4 perdagangan kalah, maka persentase rasio menjadi 6/10 atau 60%. Jika 6 perdagangan tersebut menghasilkan $2400, maka keuntungan rata-rata $2400/6 = $400. Jika kerugian $1200, maka kerugian rata-rata $1200/4 = $300. Terapkan hasil tersebut pada rumus, E = [1 + (400/300)] x 0.6 – 1 = 0,40 atau 40%. Ekspektasi positif 40% berarti bahwa sistem anda akan menghasilkan 40 sen per dolar.

Langkah 6. Fokus pada trading dan memilih kerugian kecil.

Setelah Anda mengisi dana pada account Anda, yang paling penting untuk diingat adalah bahwa uang Anda telah masuk ke dalam resiko. Oleh karena itu, uang Anda seharusnya tidak dibutuhkan untuk biaya hidup ataupun untuk membayar tagihan dll. Pertimbangkan bahwa uang dalam perdagangan Anda sebagai uang untuk liburan. Pada liburan yang dapat menghabiskan uang Anda, milikilah sikap yang sama terhadap perdagangan. Psikologis ini akan mempersiapkan Anda untuk menerima kerugian kecil, yang merupakan kunci untuk mengelola risiko Anda. Dengan berfokus pada perdagangan dan menerima kerugian kecil daripada terus menghitung ekuitas Anda, Anda akan berpeluang lebih sukses.

Kedua, naikkan margin Anda untuk resiko maksimum 2% dari total dana. Dengan kata lain, jika anda memiliki $10.000 dalam rekening perdagangan, jangan pernah membiarkan kerugian melebihi 2% dari nilai dana, atau $ 200. Jika sewaktu Anda berhenti telah melebihi 2% dari nilai dana, maka lakukan perdagangan untuk short term atau mengurangi level margin.

Langkah 7. Membangun feedback positif.

Positif feedback dibuat sebagai hasil yang baik untuk menjalankan perdagangan sesuai dengan rencana Anda. Bila Anda merencanakan perdagangan dan kemudian jalankan dengan baik, maka Anda telah membentuk sebuah pola feedback positif. Perkembangan dana yang sukses adalah perkembangan yang penuh keyakinan, terutama pada saat perdagangan mendapat profit. Meskipun Anda mengambil kerugian kecil tetapi melakukannya sesuai dengan perdagangan yang direncanakan, maka Anda akan membangun feedback positif.

Langkah 8. Melakukan analisa akhir minggu.

Ini adalah hal yang terbaik yang perlu dipersiapkan. Pada akhir minggu, ketika pasar ditutup, lakukan analisa pada grafik weekly untuk melihat pola atau berita yang dapat memberikan pengaruh pada perdagangan Anda. Barangkali pola yang terbentuk membuat pola double-top dan berita diperkirakan akan membuat pasar reversal. Ini adalah reflexivity dimana pola pergerakan memberikan signal, yang merupakan tindakan untuk membantu Anda merencanakan perdagangan minggu mendatang.

Belajarlah untuk bersabar jika pergerakan tidak mencapai poin yang diharapkan untuk masuk pasar. Anda mungkin harus menunggu kesempatan lebih lama untuk antisipasi. Jika Anda melewatkan suatu perdagangan, ingatlah bahwa akan selalu ada kesempatan yang lain. Jika Anda memiliki kesabaran dan disiplin, maka Anda bisa menjadi trader yang baik.

Langkah 9. Menyimpan catatan

Menyimpan catatan perdagangan adalah alat belajar terbaik yang dapat dilakukan seorang trader, termasuk grafik, alasan masuk perdagangan dan data fundamental yang memberikan keputusan. Tandai grafik ketika posisi masuk atau keluar pasar. Buat komentar apapun pada grafik. Jadikan data ini sebagai file sehingga dapat menjadi acuan sewaktu-waktu. Catatan ini akan membangun mental dan disiplin Anda untuk menjalankan perdagangan sesuai dengan system dan bukan kebiasaan.

Kesimpulan

Langkah-langkah di atas akan membawa Anda ke sebuah pendekatan struktur dan akan membantu Anda menjadi trader yang lebih baik. Perdagangan adalah seni dan satu-satunya cara untuk menjadi semakin ahli adalah dengan latihan disiplin dan konsisten. Ingat ungkapan: belajar keras akan mendapatkan keberuntungan.

https://fxind.cabinet.fxopen.com/


Identification Reversal Point with “high volume”

Volume Should Increase in the direction of the trend

Volume yang tinggi menunjukkan adanya keyakinan / kepercayaan yang kuat terhadap market, sedangkan volume yang rendah menunjukkan kurangnya keyakinan/kepercayaan terhadap market.

Seorang pemilik rumah makan bisa saja mengatakan bahwa makanan di restoran tersebut adalah yang paling enak, tapi yang lebih penting adalah apa yang sebenarnya ada di pikiran orang-orang terhadap restoran tersebut. Jika banyak orang yang datang kerestoran itu, itu berarti bahwa orang-orang tersebut sepakat dengan pemikiran pemilik restoran tersebut. Tapi jika sebaliknya lambat laun pengunjung restoran berkurang terus sampai akhirnya menjadi sepai. Maka pertanyaan yang muncul adalah “apakah benar makanan di restoran itu seenak yang diucapkan sang pemilik?”

Di dalam market hal tersebut juga berlaku sama, jika market bergerak dalam bullish trend tapi tidak diikuti oleh kenaikan volume (increasing Volume). mungkin berarti bullish trend yang terjadi tidak kuat. Siapa tahu mungkin bulan depan market akan bergerak dalam bearish trend.

Jadi………..

  • Jika harga beregerak dalam sebuah bullish trend dan volume meningkat, maka trend tersebut bisa dikatakan sehat/kuat/healthy. Tapi jika dalam sebuah bullish trend volume mengalami penurunan, kita harus lebih waspada, kemungkinan bullish trend yang terjadi akan melemah dan sangat dimungkinan terjadi pembalikan arah trend

Ideal Healthy Price Uptrend

Ideal Healthy Price Uptrend

  • Jika harga sedang dalam fase bearish trend dan volume meningkat, maka bearish trend yang terjadi bisa dikatakan kuat/sehat/healthy. Tapi jika dalam sebuah bearish trend volume mengalami penurunan, kita harus lebih waspada, kemungkinan bearish trend yang terjadi akan melemah dan sangat dimungkinan terjadi pembalikan arah trend
Ideal Healthy Price Downtrend

Ideal Healthy Price Downtrend

How Volume can help to spot danger

Price and volume

Price and volume

Pada bulan Oktober terjadi kenaikan harga tapi volume justru mengalami penurunan (decrrease). Pola yang sama terulang lagi pada bulan Desember. Trend yang terjadi tidak didukung dengan volume yang cukup. Pada gerakan selanjutnya harga kembali jatuh dengan cepat dengan increasing volume secara moderat.

Volume menunjukan minat pelaku market terhadap suatu harga/saham. Jika trading volume pada suatu saham/produk rendah, hal itu berarti tidak banyak orang yang tertarik pada saham/produk tersebut.

Jika kita melihat volume meningkat pada keadaan downtrend yang kuat, mungkin bukan saat yang tepat untuk membeli karena kemungkinan akan terjadi penurunan harga lebih lanjut.

Tapi ada saatnya, pada waktu yang tepat dimana volume meningkat pada keadaan downtrend justru memberikan signal untuk buy/long. Kondisi ini biasanya disebut climactic volume.

Climactic volume may signal a reversal in price

Climactic Volume

Climactic Volume

Ketika kita melihat harga jatuh dengan cepat, dan tiba-tiba harga memantul ke atas, hal ini merupakan salah satu ciri dari panic selling.

Ciri-ciri climactic Volume.

  • Merupakan lonjakan volume (Spike) yang terjadi pada saat harga sedang bergerak dalam trend. Seringkali disibut dengan Blow Off Volume, Selling climax dsbnya.
  • Ketika harga jatuh secara drastis, diikuti dengan climactic volume ini merupakan indikasi awal dari short term reversal. Hal ini karena setiap orang yang ingin menjual sahamnya telah menjual sebagian besar dari saham yang mereka miliki. Ketika hal ini terjadi dan tidak ada orang lagi yang melakukan tekanan jual, maka harga akan memantul naik untuk short term.

Ini merupakan peluang bagus untuk buy/long dan menciptakan profit dalam waktu cepat.

  • Hal yang sama juga terjadi ketika harga naik dengan cepat diikuti dengan climactic volume. Hal ini berarti harga akan segera berbalik arah.

Cara menentukan Climactic Volume:

  • Volume bisa dikatakan climatic volume jika harga melonjak minimal 2 kali dari volume sebelumnya (Berdasarkan pengalaman trading di FUTURES Market, lebih lanjut terkait dengan metode trading yang dimiliki.) Hal ini yang paling gampang dilakukan karena hanya membandingkan dengan volume sebelumnya
  • Pada study lain disebutkan bahwa climatic volume jika harga melonjak 200% dari rata-rata 20 periode. Untuk melakukan hal ini dilakukan dengan meletakkan moving average period 20 pada volume.
IHSG Climactic Volume

IHSG Climactic Volume

IHSG Climactic Volume

IHSG Climactic Volume

Diskusi Peak and Trough Analysis di Forum

Originally Posted by BeyBie View Post
Pak Mata Dewa mohon penjelasan anda mengenai sell confirmation:Yang saya tangkap dari penjelasan chart oil dan gold anda, bahwa pada saat candle menembus ke bawah Higher trought sebelumnya akan menandakan adanya sell confirmation. (Jika salah mohon dikoreksi)

Bagaimana jika pada saat kita sell ternyata kemudian harga naik lagi?
Apa yang dapat menjadi indikasi bahwa down trend ternyata gagal dan berbalik naik kembali? Seperti pada chart Pgas, pada tgl 9 Juli 2008 harga terendah 11200 (sudah menembus HT tgl 28 April 2008 = 11600).
Ternyata keesokan harinya harga naik hingga 11600 dan mulai masuk stage 1. Apa yang kita lakukan jika kita berada pada tgl 9 Juli 2008?

Sebaliknya bagaimana kita menentukan buy confirmation?

Bagaimana kita melihat bahwa volume pada detik tertentu sudah confirm untuk buy? Kadang jika kita menunggu volume benar2 sudah besar, harga sudah terlanjur naik dan kita terlambat untuk masuk.

Pada saat EMA 10 cross EMA 30 (memotong ke atas), apakah menandakan trend bullish baru dimulai? Sehingga pada saat kita punya barang cenderung tahan dan menganggap bahwa penurunan yang terjadi adalah koreksi minor?
Apa yang dimaksud dengan GOLDEN CROSS? Apakah susunan Golden Cross harus Perfect Line (Dari atas ke bawah SMA 5,20,60)

Mohon maaf atas pertanyaannya yg borongan. Terima kasih sebelumnya Pak Mata Dewa…

Sell confirmation:
thks atas pertanyaannya Pak.
Jarang-jarang ada pertanyaan yang panjang seperti ini
Penjelasan anda ttg sell confirmation sudah benar pak.

Sell confirmation terjadi Ketika terjadi reversal trend Dari sebelumnya terjadi pola

Higher Peak (HP) dan higher Trough (HT)

Pada saat harga menembus HT atau sring disebut membentuk pola Lower Trough (lembah yang lebih rendah dari lembah sebelumnya) dsitulah saatnya kita sell/short.

Teknik Peak and Trough ini adalah teknik dasar yang sering dipakai oleh para Turtle Trader. kelebihannya adalah bisa menentukan titik entry baru dan stop loss sewaktu market sedang bergarak trending. Pada Teknik Trend following biasanya diikuti oleh pole Money Management Averaging Up (menambah posisi saat profit) Pernambahan posisi biasanya dilakukan pada saat harga menembus HP sebelumnya.

Buy confirmation:
Buy confirmation terjadi ketika dari sebelumnya terbentuk pola Lower Trough (LT) dan pola Lower Peak (LP). kemudian terjadi pergerakan harga yang menembus LP sebelumnya disitulah buy confirmation

Konfirmasi volume bisa dilihat ketika harga menembus LP sebelumnya dan volume ketika harga menembus lebih tinggi dari volume saat terbentuk LP sebelumnya

Moving Average Crossing & Golden Cross
Untuk MA Crossing ilustrasinya seperti dibawah ini

PGAS

PGAS EMA

PGAS EMA

PGAS EMA

About Dow Theory

Dow theory ditemukan oleh Charles Dow, beliau merupakan seorang jurnalis yang melakukan pengamatan terhadap market. Pengamatan beliau disimpulkan dalam dua bentuk index yaitu Dow jones Industrial dan Dow Jones Transportation.
Salah satu kesimpulan sederhana yang dikemukakan beliau adalah untuk melihat pertumbuhan dari dunia industri pabrikasi kita bisa melakukan analisis terhadap industri laiinnya misal dari sisi transportasinya.

Karena berangkat dari asumsi bahwa jika keuntungan di industri transportasi meningkat maka secara tidak langsung menunjukan juga bahwa produksi dari industri pabrikasi meningkat dan permintaan dari konsumen meningkat pula yang pada akhirnya dapat mendorong pada pertumbuhan laba masing-masing perusahaan. Secara global hal ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat perekonomian suatu negara.

Bagi kebanyakan orang Dow Theory cuman dianggap sebagai sebuah teori hapalan saja yang tidak berguna.

Bagi para pengguna teknikal analisis sebetulanya Dow Theory ini adalah dasar dari ilmu teknikal analisis ini.

Dengan memahami Dow Theory akan didapatkan pemahaman menyeluruh dari teknikal analisis.

Pada masa ini orang kebanyakan langsung diberi pengajaran tentang Teknikal Indikator. Yang harus dipahami adalah Teknikal Indikator adalah sebagian kecil dari Teknikal analisis. masih banyak metode2 teknikal analisis seperti Dow Theory, Elliot Wave, Gann, Fractal, Chaos, EMH, volume analysis, market comitment, etc

Masalah utama yang terjadi adalah karena kebanyakan orang mempelajari ilmu teknikal analisis dalam suatu bentuk yang terpecah-pecah dan tidak lengkap maka tercipta suatu kesimpulan lain bahwa antara berbagai teknik2 teknikal analisis diatas adalah berbeda juga.

Banyak pertanyaan sederhana seperti misalnya
1. Candlestick : Ada hampir 500 formasi candlestick tapi yang mana yang efektif dipakai??

Jawab: Untuk bisa menggunakan candlestick dalam trading tidak semata-mata menghapal pola candlestick dan melakukan intrepretasi masing-masing tapi deipelrukan pemahaman tentang market comitment dan asal terbentuknya harga. Sehingga mampu memahami konsep terbentuknya pola candlestick dan bukan pola apa yang terjadi saat ini.

2. Moving Average: Mengapa penggunaan periode moving average masing2 orang berbeda?
Jawab: Perlu diketahui dulu bagaimana cara kalkulasi moving average dan bagai mana mengimplemetasikan analisa menggunakan moving average untuk trading dsbnya berdasarkan 8 rules of moving average. Yang terpenting rules penggunaan indikatornya dulu yang jelas, bukan masalah periode yang berbeda-beda.

Dow Theory is a heterodox theory on stock price movements that is used as the basis for technical analysis. The theory was derived from 255 Wall Street Journal editorials written by Charles H. Dow (1851–1902), journalist, founder and first editor of the Wall Street Journal and co-founder of Dow Jones and Company. Following Dow’s death, William P. Hamilton, Robert Rhea and E. George Schaefer organized and collectively represented “Dow Theory,” based on Dow’s editorials. Dow himself never used the term “Dow Theory,” nor presented it as a trading system.

https://fxind.cabinet.fxopen.com/


8 rules for analyzing Volume

Dear all

Wah diskusi yang sangat bagus dari Pengamat Market dan JSX Trader. Ikut nimbrung ya…

Saya berpendapat volume dan Open Interest menunjukan sebuah pisikologi pasar, dimana hal ini menunjukan partisipasi pelaku pasar untuk sebuah pergerakan harga.

Dalam Analisa Teknikal Price dan Volume tidak bisa dipisahkan. Karena hanya melakukan analisa terhadap harga kadang ditemukan beberapa kerancuan dan kesulitan mengartikan arah pasar. Dengan mengamati pola harga dalam jangka waktu tertentu serta satu persatu candle, maka harga itu akan bercerita pada kita apa yang sedang terjadi di pasar. Tetapi dengan tidak memasuakan volume maka hasil yang didapat rancu dan kadang kala salah.

Volume sendiri seolah-olah pisau bermata dua dalam sebuah pergerakan harga. Kadang pergerakan turun harga dan terjadi peningkatan volume dapat punya arti kuatnya trend turun, tetapi kadang berarti berakhirnya trend turun. Yang menjadi perhatian kita adalah posisi volume dan peningkatan volume itu.

Saya berpendapat menganalisa volume itu dapat menlalui volume pada satu periode tertentu atau volume pada satu hari atau time frame lainnya. Berikut analisa volume karena kita baru saja melewati 08-08-08 maka saya attach kan 8 teknik analisa volume

terima kasih

Hans

Berikut beberapa dari banyaknya teknik analisa volume

1) Volume terhadap trend. Ketika trend naik diikuti trend volume naik, menandakan banyaknya partisipasi pelaku pasar dalam kenaikan harga. Ini menandakan Demand yang membesar sedang Supply terbatas sehingga harga naik. Dan karena antusias para pembeli maka kenaikan dan volume membesar. Hal sama juga terjadi di trend turun.

2) Volume terhadap pola. Volume juga dapat digunakan menganalisa sebuah pola yang terjadi. Ketika sebuah pola terbentuk, maka peningkatan dan penurunan volume pada puncak-puncak dan atau lembah-lembah pola menjadi konfirmasi validitas sebuah pola.

3) Volume pada breakout pola. Volume juga digunakan untuk mengkonfirmasi akurasi breakout pada sebuah pola. Ketika breakout baik naik/turun bila diikuti peningkatan volume menandakan akurasi breakout tersebut. Bila sebuah breakout tidak diikuti volume maka kita perlu berhati-hati mengikuti atau berpartisipasi dalam breakout tersebut.

4) Volume dan reversal pada trend. Ketika harga bergerak dalam sebuah trend tetapi terjadi penurunan trend volume maka menandakan kemungkinan terjadinya reversal atau pembalikan pada pola yang sedang terjadi. Yang perlu kita perhatikan adalah puncak-puncak atau lembah pada harga dibandingkan puncak-puncak pada volume.

5) Volume dan panic selling. Ketika harga bergerak dalam trend turun dan terjadi peningkatan volume yang besar, kadang kala menjadi tanda reversal karena telah terjadi panic selling. Setelah penurunan yang besar itu harga segera berbalik arah untuk naik.

6) dan Bullish signal. Ketika harga bergerak turun membentuk double bottoms atau triple bottoms. Yang perlu diperhatikan adalah volume pada bottoms pertama lebih besar dari volume pada bottoms ke dua dan berikutnya. Hal ini menandakan kemungkinan reversal.

7) Volume dan puncak trend. Ketika harga bergerak dalam trend naik dan pada suatu titik trend harga itu melambat tetapi disisi lain terjadi peningkatan volume, maka hal ini menandakan indikasi puncak pada trend harga yang terjadi. Hal sama juga terjadi pada saat kita menganalisa bottoms sebuah trend.

8) Volume pada pola sideways. Pada saat harga bergerak dalam trend turun, kemudian harga mulai stabil atau sideways. Bila terjadi peningkatan volume pada pola sideways di dasar trend turun menandakan kemungkinan akan terjadi trend naik.

Delapan teknik analisa Volume yang di attach Pak Hans layak untuk di save for future reference…, banyak pertanyaan kepada saya tentang volume berkaitan dengan teknik perbandaran yg suka memanipulasi volume. Secara ringkas kira-kira berikut padangan saya;

Banyak yang meyakini volume dapat di ‘ciptakan’ sehingga validitasnya meragukan dan bisa dipakai untuk ‘MENJEBAK, Saya katakan YES.., ya bisa menjebak jika kita hanya melihat besar & kecil volumenya saja…, Akan tetapi Esensi dari Volume Analysis adalah mengukur Supply & Demand, bukan sekedar melihat besar kecilnya saja…, jangan lupa bahwa Bandar/FM/Big Money/Retailer dll. adalah bagian dari Supply & Demand itu sendiri, oleh karenanya tentu tetap bisa diukur.

As a matter of fact, perkembangan yang terjadi dalam Volume Study adalah untuk MENDETEKSI pergerakan para Big Player…, Karena sizenya yg besar, sulit bagi mereka untuk tidak meninggalkan Foot Print…, Volume Study dapat memberikan CLUE aktivitas apa yg sedang mereka lakukan dan clue tersebut sangat VALUABLE bagi seorang Trader…, Why? Karena meskipun keputusan mereka BELUM TENTU BENAR, namum bagi seorang trader YOUR BEST BET dalam melakukan trading activity adalah follow the Big Player.

Karenanya saya tetap meyakini Volume Analysis tetap dapat bekerja dengan baik pada suatu saham atau index, regardless di bandarin atau tidak, yang terpenting saham tsb cukup likuid.

https://fxind.cabinet.fxopen.com/


8 Aturan menggunakan Moving Average

Moving Average

Moving Average

  1. Jika MA menurun dalam periode cukup lama, diikuti pembelokan ke atas, hal ini merupakan tahap awal bull market.
  2. Jika harga turun dibawah MA yang masih naik, disarankan untuk menambah posisi.
  3. Jika harga tidak memotong MA dibawah MA yang sedang trending-up disarankan menambah posisi beli pada saat harga kembali naik (rebound)
  4. Jika harga turun jauh dibandingkan turunnya MA, diperkirakan akan terjadi rally.
  5. Saat MA turun setelah kenaikan yang lama, diperkirakan terjadi tahap awal dari likuidasi posisi beli.
  6. Jika harga naik diatas MA yang turun tapi gagal mencegah MA turun, disarankan melakukan aksi jual pada saat rally.
  7. Jika harga turun lagi setelah tidak mengalami perubahan, tapi tanpa naik diatas MA yang menurun, aksi jual tambahan bisa dilakukan.
  8. Jika harga naik cukup jauh dibandingkan dengan naiknya MA, reaksi penurunan secara spontan cenderung terjadi.
https://fxind.cabinet.fxopen.com/

5 Level Traders

Level 1 ( Unconscious Incompetence )

Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kamu telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.

Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan insting , toh kamu bisa profit.

Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan??.

Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tetap mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).

Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.

Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.
90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.



Level 2 ( Conscious Incompetence )

Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu dikaburkan oleh emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.

Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu percis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.

Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.

Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kamu.

Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3



Level 3 ( The EUREKA Moment )

Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.

Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.

Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun sekarang kamu siap.

Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.



Level 4 ( Conscious Competence )

Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.
Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.

Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamumeningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.

Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.

level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.



Level 5 ( Unconscious Competence )

Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.

Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata “SAYA SEORANG TRADER”.

https://fxind.cabinet.fxopen.com/


GRATIS!! MINING BITCOIN